10 Siswa yang Ikut MTQ Dikeluarkan Dari Sekolah

Kuala Tungkal – Niat hati ingin meraih sukses di Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Tanjab Barat beberapa waktu lalu, namun petaka malah menghampiri sepuluh siswa Madrasah Aliyah Swasta Peguruan Hidayatul Islamiyah (MAS PHI) Kuala Tungkal, pasalnya mereka dikeluarkan dari sekolah lantaran dianggap melanggar dengan mengikuti MTQ tanpa memegang surat dispensasi.

Atas nama menegakan peraturan, sepuluh siswa yang diketahui lima orang putra dan lima orang putri berada di kelas III ini harus menghentikan aktifitas akademisnya, mereka diantaranya U, SM, N, A, F, Z, J, J, M dan M. Bahkan mereka dikeluarkan secara tidak hormat (DSTH).

Kepala Sekolah Mas PHI KH Abdul Halim Kasim SH tak membantah hal tersebut, menurutnya siswa-siswa itu terbukti melanggar peraturan sekolah. “Kita ada ketentuan. Kalau anak-anak itu melanggar peraturan pertama diberi teguran, dua kali masih teguran tapi kalau sudah berulang kali masih melanggar itu diberhentikan,” tegas dia kepada awak media, Minggu kemarin.

Larangan yang dimaksud, sekolah tidak membenarkan siswa kelas III mengikuti kegiatan di luar akademisi termasuk MTQ, dengan alasan mereka sedang dipersiapkan untuk ujian akhir Sekolah. Dan peraturan ini kata Halim sudah dijalankan sejak 2006.

Selain itu lanjutnya, panitia penyelenggara MTQ tidak memberitahu kepada sekolah kalau mereka mengajak siswa tersebut mengikuti lomba. “Apalagi mereka ini beradu sesama merekalah (di MTQ). Kalau Tungkal Ilir saja yang memerlukan pantas, tapi Kecamatan lain pun juga,” tuturnya.

Ia pun menyebut tak memandang bulu memberhentikan pelajar. “Anak yang tinggal dirumah saya juga ikut saya berhentikan “karena mengikuti MTQ”. Saya sudah larang, tapi dia masih pergi juga, saya pikir sudah lah,” ucapnya.

Lebih jauh dipaparkan Halim, bahwa sepuluh siswa yang dikeluarkan tersebut dianggap melanggar peraturan Mas PHI, Nomor : 87.B5.1/BAP-S/M/X/2010 pada poin 18 dan 19 dari 29 poin yang telah dibuat. Poin 18 berbunyi siswa/i kelas sepuluh dan sebelas yang mengikuti kegiatan diluar Sekolah yang dianggap menyita waktu belajar jam pelajaran seperti MTQ dan lain-lain, karena yang sifatnya keluar wajib menyertakan surat dispensasi dari pihak yang mengutus, dan diantar oleh kepala Desa/Lurah/Camat dan di setujui oleh kepala Sekolah.

Siswa yang melanggar akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang sudah berlakukan di madrasah. Poin 19 khusus untuk siswa/i kelas III dilarang mengikuti kegiatan yang dianggap menyita jam belajar tanpa seizin kepala sekolah. Dan kepada siswa yang telah diberikan peringatan, apabila melanggar akan diberhentikan.

Disisi lain, Halim Kasim menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat dapat membuat perlombaan/kegiatan seperti MTQ pada hari libur, agar tak menggagu jam belajar siswa. (sp/mch/tribbun)