Soekarwo : Berharap Muhammadiyah Dirikan Lebih Banyak SMK

Surabaya- Pendidikan merupakan salah satu fokus perhatian Muhammadiyah. Hal ini yang membuat Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo mendukung
Muhammadiyah mendirikan lebih banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di
Jatim. Soekarwo berjanji akan mempercepat perizinan, penyediaan
perlengkapan sekolah, hingga pelatihan tenaga pendidik.
 
Hal itu tidak lepas dari upaya Jatim mencetak lebih banyak lulusan SMK. 
“Pada kurun waktu 2014-2019, diharapkan rasio SMK 70 persen dan 30
persen SMA. Untuk mempercepat kita akan buat SMK mini yang mempunyai
sembilan jurusan yang nantinya mempunyai keterampilan dan sertifikasi,”
ujar Soekarwo ketika menghadiri undangan di kantor Pimpinan Muhammadiyah
Wilayah (PWM) Jatim di Surabaya, Ahad (19/10).
Meski begitu, Soekarwo menekankan, tenaga kerja lulusan SMK harus
mempunyai standardisasi yang mumpuni. Dia menggambarkan, Australia
pernah meminta tenaga kerja ke Indonesia sejumlah 150 ribu orang, namun
tidak dapat dipenuhi karena peralatan dan pelatihan yang digunakan sudah
kuno. 
Soekarwo menambahkan, beberapa waktu lalu, atase Jerman sekaligus
alumni ITS juga pernah menawarkan standardisasi keterampilan lulusan
SMK. Hal tersebut, menurut dia, karena Jerman tengah membutuhkan 6 juta
tenaga kerja hingga 2025 mendatang. Menurut Soekarwo, Jatim salah satu
yang diberikan kesempatan untuk mengisi pos tersebut.
“Satu langkah maju banyak tenaga ahli yang bersedia memberikan
pelatihan bagi calon tenaga terampil kita. Saya juga telah meminta
pemerintah pusat untuk membentuk asosiasi standardisasi nasional menjadi
satu. Karena dalam peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan adalah
langkah utama tidak bisa menyeluruh,” kata dia.
Namun demikian, pendirian SMK Muhammadiyah dirasa akan menghadapi
banyak tantangan. Seperti yang dikeluhkan pengurus Muhamadiyah Bangkalan
yang terkendala biaya pembangunan mesikipun lahan sudah tersedia. 
Begitu juga di Kabupaten Ngawi, di mana pengurus Muhammadiyah mengalami hambatan pengurusan sertifikat tanah wakaf.
“Nanti akan kita bantu untuk peralatan dan perlengkapan SMK. Kalau
persoalan sertifikasi saya akan membantu karena sudah kewajiban
pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Soekarwo.
Sementara itu Sekretaris PWM Jatim M Najib menyampaikan terima kasih
kepada Gubernur atas dukungan terhadap niat Muhammadiyah mendirikan SMK.
Najib menginformasikan, saat ini terdapat 942 lembaga pendidikan
Muhammadiyah, yang terdiri dari  339 SD, 5 SLB dan 133 MI. 
Selain itu, ada 86 SMP, 179 Mts, 3 SMPLB, 84 SMA, 78 SMK, 34 MA, 1
SMALB, serta 24 perguruan tinggi. RIncian itu belum termasuk 1.732
lembaga pendidikan prasekolah yang dikelola lembaga sayap perempuan
Muhammadiyah, Aisyiyah, yang memiliki 909 TK, 449 KB dan 374 PAUD. [sp/rol]