Muhammadiyah Harus Lebih Agresif Menanamkan Pemikiran Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH adalah gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan
tajdid, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta berasas Islam.
Demikian clan Itulah pengertian Muhammadiyah sekaligus menjadi
identitasnya sebagaimana disebutkaan dalam Anggaran Dasarnya. Selain
itu, Muhammadiyah memiliki kepribadian sendiri yang digali dari dan
terbentuk melalui perjalanan panjang yang memberi pengalaman sangat
berarti dan bernilai. Muhammadiyah yang telah melintasi usia satu abad
lebih kini hendak terus melanjutkan perjalanan pada abad keduanya yang
mulai dilalui.
 
Dalam melanjutkan perjalanan, Muhammadiyah dalam
berjalan mestilah sesuai dengan identitas, watak, atau karakter clan
kepribadiannya. Sebagaimana kereta api yang berjalan di atas relnya
sendiri. Tidak pada rel kereta api yang lain. Sebab, jika ticlak
demikian, besar kemungkinan terjadi kecelakaan, tabrakan, dan
berbenturan. Sehingga tidak selamat sampai tujuan. Atau ibarat tanaman,
Muhammadiyah hendaklah tetap tumbuh pada batang pohon tanamannya
sendiri. Tidak pada batang pohon tanaman lain. Agar buah dan rasa
khasnya tetap terjaga dan terpelihara. Tidak pernah terjadi, misal,
pohon durian berbuah rambutan. Jadi amat diharapkan Muhammadiyah terus
menjaga dan tidak keluar dari watak, karakter, dan kepribadiannya.


Muhammadiyah mempunyai kiblat sendiri sebagai tujuan yang menjadi
cita-cita perjuangannya. Maksud dan tujuan Muhammadiyah didirikan,
sebagaimana disebutkan dalam Anggaran Dasar, ialah menegakkan dan
menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang
sebenar¬benarnya. Maksud dan tujuan itu mempunyai arti sangat penting
sebagai rujukan bagi Muhammadiyah dalam banyak aspek. 
 
Di antaranya dalam
memimpin, mengarahkan, dan menggerakkan segenap warganya di samping
dalam menyusun program dan kegiatan. Ringkasnya, segenap gerakan dalam
Muhammadiyah diarahkan bagi tercapainya tujuan yang mulia itu. Selain
itu, tujuan menjadi pengukur dan penilai mengenai benar atau salahnya
clan tepat atau kelirunya garis clan langkah yang ditempuh serta
kebijakan yang diambil pimpinan. Kalau sudah benar dan tepat,
alhamdulillah, tetapi kalau ada yang salah atau kurang tepat, maka perlu
diluruskan.

Muhammadiyah yang mempunyai watak dan kepribadian serta
tujuan tertentu Selain menggerakkan segenap warganya, juga bergerak
secara langsung di masyarakat. Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah
melakukan dakwah dalam multibidang serta tajdid atau pembaruan dalam
arti pemumian dan dinamisasi. Dalam terjun di masyarakat, Muhammadiyah
mengusung dan membawa Islam yang berkemajuan. 
 
Menurut pendirian
Muhammadiyah bila Agama Islam yang ajaran-ajarannya bersumber pada
AI-Qur’an dan As-Sunnah dilaksanakan dengan sepenuh hati akan membawa
kemajuan manusia dan masyarakat, bukan kemunduran. Semua itu dilakukan
oleh Muhammadiyah dengan kerja keras, ikhlas, tanpa mengharap balas.
Akhirnya, Allah memberi rahmah dan berkah, kerja keras itu membuahkan
hasil, yang dinikmati dan diakui masyarakat lugs. Masyarakat tentu
mengharapkan kesinambungan bahkan peningkatan amal Muhammadiyah pada
masa kini dan yang akan datang.

Dalam Muhammadiyah, seperti halnya
dalam organisasi lain, pasti ada yang disebut pemimpin atau pimpinan.
Pimpinan Muhammadiyah berjenjang atau bertingkat. Mereka tentulah
memahami pokok-pokok pikiran dalam Muqaddimah Anggaran Dasar, Keyakinan
dan Cita-cita Hidup, Kepribadian Muhammadiyah, Khittah Perjuangan
Muhammadiyah, dan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Sebab mereka
diamanati untuk memimpin Muhammadiyah. Secara umum mereka memiliki
kedekatan kepada Allah dan masyarakat di samping memiliki keshalihan
individual dan sosial. Dan lagi mereka berjiwa pembaruan, kepeloporan,
serta berhasrat besar membawa umat pada kemajuan dalam arti positif.
Nah, apa yang telah clihasilkan oleh Muhammadiyah selama ini ticlak
dapat dilepas pisahkan dari peran aktif yang dilakukan oleh mereka pada
tingkatnya masing-masing. Itu merupakan bukti yang diakui dan tidak bisa
diingkari.

Kehadiran pemimpin atau pimpinan kapan pun dan di zaman
apa pun dalam kehidupan bermasyarakat adalah penting dan sangat
diperlukan. Apalagi di tengah perubahan dan perkembangan zaman seperti
sekarang yang terjadi demikian cepat. Pimpinan Muhammadiyah pada zaman
seperti ini harus tetap hadir, balk ke tengah maupun ke depan. Kehadiran
mereka harus berperan aktif untuk mengisi secara positif atau berjiwa
memberi yang sangat berarti. Kehadiran untuk mencari jalan keluar atau
memberi solusi. Bukan kehadiran untuk membiarkan dan meliarkan. Bukan
pula kehadiran dengan tidaknya sama saja.

Pimpinan Muhammadiyah
dengan berpegang pada prinsip¬prinsip dasar dalam berbagai keputusan
formal Persyarikatan tidak boleh tinggal diam di tengah persaingan ketat
tarik-menarik antarpaham di era keterbukaan. Dengan berbekal jiwa
pembaruan dan kepeloporan, mereka harus terjun dalam pergumulan budaya.
Dengan keunggulan budaya dalam pemikiran, inisiatif, kreativitas,
aktivitas, inovatif, clan lain sebagainya, mereka hendaklah mampu
membuat terobosan-terobosan baru untuk menjawab berbagai tantangan dan
perkembangan zaman. Sehingga Muhammadiyah tetap eksis keberadaannya
sebagai Gerakan Tajdid.

Masyarakat sungguh berharap kesinambungan dan peningkatan amal Muhammadiyah. Semoga Muhammadiyah dapat memenuhi