Guru Besarnya Disebut Masuk Nasrani, Ini Kata Al Azhar Kairo

Ada berita menghebohkan akhir minggu kemarin. Universitas Al Azhar di Kairo membantah laporan media asing termasuk
media Indonesia bahwa seorang dosen bergelar profesor dan ulama Mesir
murtad atau keluar dari Islam dan masuk Kristen.
 
“Siapa itu Dr Mark Gabriel Mustafa? itu berita provokasi, sama
sekali tidak benar,” kata Direktur Urusan Kepegawaian Universitas Al
Azhar, Yahya Ameen, di ruang kerjanya di gedung rektorat Universitas Al
Azhar di Kairo kepada ANTARA, Selasa (30/9).
Yahya Ameen tampak kaget ketika dikonfirmasi mengenai keabsahan
berita yang dikutip media massa Indonesia dan tersebar luas di jejaring
sosial. “Namanya saja sudah aneh begitu. Mana ada guru besar Al Azhar
murtad?,” ujar pejabat senior yang sebelumnya lebih 30 tahun bertugas
menangani urusan penempatan dan pensiunan dosen di universitas Islam
tertua di dunia itu.
Pejabat yang bertugas lebih 30 tahun di kantor biro kepegawaian
urusan penempatan dosen itu mensinyalir berita tersebut sengaja
dikarang untuk berita sensasi demi kepentingan bisnis. Bantahan senada
diutarakan Prof Dr Mohamed Rashad Dahmash, ulama senior Mesir dan guru
besar perbandingan agama di Fakultas Studi Islam, Universitas Al Azhar.
“Itu berita palsu. Kalau benar berita itu pasti sudah ramai
digembar-gemborkan media massa Mesir,” tutur mantan Dekan Fakultas Studi
Islam Universitas Al Azhar itu.[sp/rol]