7T Untuk Membangun Keluarga Samara

1. Taqwa : pastinya keluarga kalau tanpa didasari landasan agama yang
kuat yang akan mudah goyang, bahtera rumah tangga. terutama suami yang
harus bisa membimbing istri, karena suami itu layakna nahkoda dalam
bahtera rumah tangga, dia selaku imam harus bisa memimpin sang istri.

2.
Tafahhum atau saling memahami : Saling memahami satu sama lainya. tidak
egois, kalo suami capek habis kerja, istri juga harus tau apa yang
harus di kerjakan. kalo kosmetiknya istri habis suami kudu ngerti pula
harus gimana? suami pengen ehm —– tapi istri berhalangan, ya gag
boleh marah, dst. kalo gitu makan kehidupan bisa akan rukun dan tidak
ada pertengkaran.

3. Ta’arruf atau saling mengenali : Seorang
suami musti dan harus mengetahui semua tentang sang istri, sang istri
pun sebaliknya, harus mengerti apa sih kesukaannya istri, apa sih
kesukaannya suami? apa yang gag disuka, bagaimana kebiasaan keduanya
dsb. Kalo bisa saling mengenal dan mengerti kekurangan satu dan lainya
isyaAllah akan langgeng.

4. Tabassum atau senyum. Senyum adalah
hal yang kecil mempunyai dampak yang besar, beda rasanya ketika seorang
istri itu memberikan sesuatu ke suaminya secara biasa saja dengan
disertai dengan senyuman. ketika si istri ngasih kopi ke mamasnya “mas
ini kopinya ! (sambil senyum)” pasti senengnya bukan kepalang sambil
bilang dihati “alhamdulillah punya istri sebaik ini”. keep smile.
apalagi pas ngomong bilangnya pake bahasa halus. adem dengernya.

5.
Takarrum atau saling menghormati. Akhlak adalah hal yang paling penting
dalam berperilaku termasuk dalam berkeluarga, termasuk didalammnya
saling menghormati,istri menghormati suami sebagai pemimpin dan imam
dalam hidupnya, suami menghormati istri sebagai pendamping hidupnya
dikala suka ataupun duka.

6. Tasammuh atau toleransi, dalam
kehidupan pasti ada perbedaan, termasuk dalam berkeluarga, antara suami
dengan istri ataupun antara keluarga suami dan keluarga istri. dan sikap
toleransi. apalagi pada masalah yang krusial seperti gara-gara
perbedaan organisasi keagamaan. misal antara si hijau dan biru atau
lainya. makanya saling toleransi itu penting.

7. Tala’ ‘ub atau
saling bersenda gurau, Adanya canda dan tawa dalam kehidupan berumah
tangga lazim selalu dilakukan. Tak baik kalo dalam berkeluarga adanya
seriuss mulu, harus diselingi dengan canda dan tawa. saling bergurau,
bercengkerama, tanpa itu semua rumah mungkin akan sepi sekali dan tak
ada gairah. 

Citra Ciki Kirana