STIKES Muhammadiyah Kudus Adakan Darul Arqam Bagi Calon Alumni

Ingin menjadi orang sukses, kuncinya harus kerja keras dan
terus melakukan inovasi dalam berpikir berkreasi dan selalu berpikir liar.
Caranya kita harus sepandai-pandainya dapat menyesuaikan diri dengan
perkembangan zaman yang semakin kompleks ini. Bagaimana cara kita dapat
mengalihkan diri dari persaingan yang semakin kompetitif dan menuju pada
kompetisi menjadi tidak relevan lagi. Pesan ini disampaikan Bupati Kudus
H.Musthofa pada kesempatan pembekalan calon alumni Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan ( Stikes ) Muhammadiyah Kudus, Rabu, ( 17 / 9 ).
Dihadapan ratusan mahasiswa yang sebentar lagi akan di
wisuda, Musthofa menegaskan, berpikir liar dengan berkreasi dan selalu
berinovasi adalah hal penting bagi mahasiswa yang akan menghadapi dunia
persaingan untuk mencari sebuah pekerjaan. Kendati demikian Bupati minta jangan
tertekan dan bingung setelah lulus sekolah akan kemana. Tentukan pilihan hidup
yang terbaik dan mulai sekarang harus berpikir utuh. Jadi orang jangan
normatif. Artinya harus tanggap akan keadaan, Pesan Musthofa. Menurutnya, agar
selamat dan berhasil dalam bekerja kuncinya adalah Tiga “ M “ artinya bisa
Melihat, Mendengar dan dapat Melakukan sendiri pekerjaan itu. Jangan menunggu
dan bergantung pada orang lain.
Dikatakan Musthofa, jangan dikira bidan dan perawat tidak
bisa membangun yang kreatif. Berbicara dalam bidang ini menurutnya adalah
membangun kreasi dibidang pelayanan. Jangan menjadi bidan dan perawat yang
biasa-biasa namun harus beda. Bidan dan perawat harus punya nilai lebih untuk
masyarakat. Nilai dimaksud adalah selalu tanggap, ramah dan selalu tersenyum
ketika memberikan pelayanan. Ini adalah salah satu strategi demi mencapai
keberhasilan. Motivasi yang dalam kesempatan ini bertemakan Blue Ocean Strategy
( Strategi Samudra Biru ) diberikan Musthofa kepada para mahasiswa dengan
tujuan agar mereka setelah selesai menempuh pendidikan sudah siap menghadapi
tantangan didunia pekerjaan.
Lulusan perawat dan bidan jangan melulu ingin bekerja sesuai
dengan bidang pendidikannya, apalagi berharap selalu menjadi Pegawai Negeri
Sipil. Bukan tidak mungkin lulusan perawat dan bidan bisa menjadi seorang
pemimpin baik pimpinan daerah maupun ditingkat nasional. Karena menjadi seorang
pemimpin seperti halnya Bupati, Walikota, Gubernur bahkan presiden tidak ada
sekolahnya. Tidak ada sekolah Bupati, sekolah Gubernur dan sekolah Presiden.
Ini artinya semua hal bisa mungkin terjadi, tergantung dari pribadi
masing-masing dalam menentukan pilihan, tegas Bupati.
Sementara itu, ketua Stikes Muhammadiyah Kudus,Rusnoto,SKM.,M.Kes
(Epid)  berharap
kampusnya bisa menjadi universitas secepatnya dapat terwujud. Setelah menjadi
univeritas maka pihaknya berjanji akan meningkatkan kualitas dan rencanya akan
membuka program pendidikan baru yakni fakultas kedokteran. Pihaknya berharap
pemerintah kabupaten membantu mengupayakan keinginan tersebut sebelum tahun
2018.
Acara pembekalan calon alumni stikes kali ini juga dihadiri
asisten Ekonomi pembangunan Budi Rahmat, camat kota, Bergas serta dewan pembina
dan dewan penyantun stikes Muhammadiyah.[sp/mch]