Lazis Muhammadiyah Adakan Pelatihan “Susu Kedelai” Eks WTS

Surabaya- Program Kampung Berdaya LAZISMU Surabaya terus berjalan memberikan pencerahan dan pemberdayaan kepada warga binaan, khususnya para ‘Wanita Harapan’ dan warga terdampak di bekas lokalisasi Putat Jaya. Walau masih terdapat penentangan dan penolakan dari sebagian tokoh RT/RW yang masih ‘dendam’ atas penutupan lokalisasi prostitusi, program dakwah ini tetap terus dilaksanakan tanpa terpengaruh oleh kondisi apapun.
Kegiatan pendampingan di kampung Putat Jaya terhadap mantan Wanita Tuna Sosial (WTS) tidak hanya dari segi aspek keagamaan saja namun juga aspek sosial ekonominya. Jika pada Juli 2014 yang lalu telah diberikan bantuan peralatan usaha dan diadakan kegiatan pelatihan motivasi wirausaha dan pesantren Ramadhan kepada para ‘Wanita Harapan’, maka pada hari ahad, 31 Agustus 2014, bertempat di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya dilaksanakan pelatihan ketrampilan produksi SUSU KEDELAI.
Pelatihan ini bertujuan memberikan bekal ketrampilan agar mereka bisa mengembangkan usahanya. Jika selama ini mereka telah berwirausaha dengan membuka warung makan, toko kecil, Laundry dan aneka kue, maka dengan pelatihan ini mereka dapat menambah satu lagi jenis usahanya yakni Susu Kedelai.
Acara tersebut dibuka oleh Andi Hariyadi, dari Pokja P2 PDM Surabaya dan Aditio Yudono dari LAZISMU Surabaya. Pe-sertanya berjumlah 25 orang yang meru-pakan para wanita binaan eks WTS (wani-ta harapan) di eks Lokaliasasi Putat Jaya Kecamatan Sawahan. Pelatihan ini didesa-in praktis-aplikatif oleh May Pandu Wino-to (Instruktur) agar peserta dapat langsung praktik dan memasarkan produk susu ke-delai segar ke masyarakat. Instruktur juga memberikan kiat-kiat pemasaran agar produk cepat laku di pasaran. 

Memproduksi susu kedelai ternya-ta tidak sesulit yang dibayang-kan. Bahan-bahannya pun mu-dah didapat di pasaran. Tindak lanjut dari pelatihan produksi Susu Kedelai diharapkan peserta sudah dapat membuka usaha itu dengan modal ringan Rp 60.000,- namun keuntungannya bisa 3 kali lipat, produk berkualitas dan tanpa bahan pengawet. 

Guna membuat +200 bungkus su-su kedelai (ukuran plastik 1/4kg), dibutuh-kan 2kg kedelai kualitas baik, 2,5kg gula pa-sir, sedikit kayu manis, beberapa helai da-un pandan, 1 galon air dan garam secukup-nya. Setelah dilakukan perendaman selama 9 jam, kedelai+air bisa langsung diblender sampai lembut dan disaring. Setelah itu di-rebus (1 jam) dan dicampur dengan gula, kayu manis, garam dan daun pandan. Susu kedelai pun siap dikemas dan dipasarkan.[sp/lazismu.org]