5 Tokoh Muhammadiyah Jadi Calon Mendikbud

Tokoh Muhamadiyah dinilai layak menduduki posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Latar belakang sejumlah tokoh Muhamadiyah yang sarat pengalaman di dunia pendidikan akan sangat membantu Presiden terpilih dalam Pilpres 2014, Joko Widodo untuk memajukan dunia pendidikan nasional.  
Direktur Eksekutif IndoStrategi, Andar Nubowo mengatakan, tokoh-tokoh Muhammadiyah sudah teruji dalam dunia pendidikan. Banyak tokohnya bahkan hingga kini menjabat sebagai Rektor di sejumlah perguruan tinggi.

“Muhamadiyah adalah organisasi yang berpengalaman di dunia pendidikan, dari sebelum Indonesia merdeka hingga kini. Sudah ratusan tahun berkiprah. Jadi selayaknya Pak Joko Widodo dan Jusuf Kalla melirik sejumlah tokoh Muhammadiyah. Ingat lho, saat ini Muhamadiyah mengelola ribuan sekolah dari TK hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” kata Andar.
Selain itu, lanjut Andar, kompetensi tokoh-tokoh Muhamadiyah tak perlu diragukan lagi. Mereka tak hanya cendikiawan muslim, penulis, tapi juga punya kapabilitas dalam menelurkan program-program pendidikan yang pro-rakyat.
Andar menegaskan, problem pendidikan nasional saat ini hanya bisa diatasi oleh pemimpin yang punya kapasitas, ide-ide besar, dan tentunya berpihak kepada rakyat.
“Kalau saya lihat prespektif revolusi mental yang digagas Joko Widodo membutuhkan menteri-menteri yang punya kompetensi. Saya yakin dan tahu betul di Muhamadiyah ada banyak tokoh yang memiliki konsep orisinil untuk memperbaki mental bangsa,” ucapnya.
Andar melanjutkan, lembaganya sendiri telah menjaring lima tokoh Muhamadiyah yang  punya kompetensi, yakni Prof. Munir Mulkan, Prof. Suyanto, Prof. Bambang Setiaji, Dr Iwan Akib dan Dr Muhajir Effendi.

“Lima nama ini punya kompetensi. Terlebih Prof. Munir Mulkan—seorang pemikir pendidikan yang merakyat. Secara pemikiran, saya meyakini pemikiran Pak Munir sama dengan Pak Joko Widodo. Beliau bisa menjadi pembantu Presiden yang baik,” ucapnya.
Sementara itu, Sona Pradeta, aktivis ikatan alumni USNI, mengatakan bahwa selayaknya tokoh-tokoh Muhamadiyah memimpin Kemendikbud. “Terlebih, periode-periode lalu, posisi ini selalu diberikan ke Muhamadiyah. Pengabdian Muhamadiyah terhadap bangsa dan negara sudah teruji dalam sejarah,” kata Sona.
Namun, kata Sona, Presiden Joko Widodo harus mampu memilih kader Muhamadiyah yang secara gagasan dan pemikiran sama. “Harus ada penjaringan bagi tokoh-tokoh Muhamadiyah yang layak. Jangan satu nama yang disetor, kirim sejumlah nama,’’ ucapnya. [sp/okezone]