Menjadikan Masalah sebagai Sarana Taqarrub Sang Pencipta

 
Semua
orang pernah menghadapi masalah. Semua orang pernah berada pada titik terberat
dalam hidupnya, Berdiri pada satu titik kelam dimana ia merasa begitu limbung, goyah,
putus asa, jatuh dan merana. Semua orang pernah mengalaminya. Tidak terkecuali
kita, aku dan kamu. dan yang menjadi pembeda adalah cara masing-masing
orang dalam menghadapi masalah tersebut. Ada yang larut dalam masalah hingga
tak mau bangkit, ada yang meratap dan terus menerus menyalahkan orang lain, ada
yang mencoba meluapkan kekesalan amarah dengan hal-hal yang negatif, ada yang
lari meninggalkan masalah itu di belakang, dan ada yang tidak mau untuk berdiam
dalam masalah tapi terus berjalan untuk menyelesaikannya.
 
Ketika
sedang tertimpa suatu masalah, kita akan sulit untuk diajak berfikir jernih dan
susah menerima nasihat apapun. Hal pertama yang biasa dilakukan oleh perempuan
ketika menghadapi suatu masalah yang dianggapnya sedemikian berat adalah
menangis, menangis saja hingga puas. tapi setelah itu mulailah bangkit, keadaan
rukhiyah yng kosong harus segera diisi ulang dengan nasihat-nasihat dari
Al-Qur’an. Kembali pada sang pencipta, mengingat Tuhan sebagai satu-satunya
penolong dan pemberi jalan keluar. kalau hati, telinga dan fikiran yang kosong
tidak segera dipenuhi dengan kalamullah maka tentu saja setanlah yang akan
memenuhinya dengan tipu daya yang menyesatkan. Dalam keadaan limbung dan
kosong, setan menjadi lebih mudah untuk mempengaruhi seseorang supaya mengikuti
jejaknya. Melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah, menyelesaikan masalah
dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat agama.Membuat kita semakin
jauh dari sang pemberi dan penyelesai masalah, Allah SWT. 
Pada
saat-saat sulit, percayalah bahwa pada saat itu sebenarnya Allah telah menguji
seberapa kuatkah keimanan kita kepada-NYa. Apakah kita begitu mudah untuk
berpaling dari Allah dan meminta pertolongan dengan yang lain, ataukah kita
semakin mendekatkan diri kepada-Nya sehingga kita dapat lulus dari ujian itu
dengan hasil yang memuaskan. 
Segala
hal yang terjadi pada diri kita mempunyai arti jika kita mau dan mampu
memahami. Allah selalu memiliki rencana bagi setiap hamba-Nya, tidak mungkin
Dia membiarkan keburukan atau kebaikan terjadi pada kita tanpa suatu maksud.Dia
maha tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik musibah atau ujian yang tengah
kita jalani. Bisa jadi kita menginginkan sesuatu padahal itu buruk bagi kita
dan bisa jadi kita tidak mnyukai sesuatu padahal itu adalah baik bagi kita
sebagaimana ayat al Quran di bawah ini
“Boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu
mneyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu
tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah 216)
Keimanan
memang dipandang oleh para kaum liberal sebagai suatu hal yang tidak masuk
akal. Pada masa-masa sulit, memang sangat berat bagi kita untuk mempercayai
bahwa ada kebaikan dibalik kesulitan tersebut. Tapi dengan keimanan, kita dapat
melihat petunjuk-petunjuk yang diberikan Allah lewat Al Quran, kita bisa
memahami bahwa Allah tidak pernah membiarkan hamba-hamba-Nya menanggung segala
kesulitan itu sendirian selagi ia tetap mau meminta pertolongan pada Allah.
“sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan” 
(QS: al insyiroh:6)
Allah
sesuai dengan prasangka hamba-Nya, jika seorang hamba percaya pada
pertolongan-Nya maka DIa pasti tidak akan tinggal diam. Pertolongan itu mungkin
akan muncul dengan bentuk dan arah yang tidak kkita sangka-sangka. Namun jika
sebaliknya, ketidakpercayaan kita terhadap pertolongan Allah akan membuat hati
dan batin kita semakin terpuruk oleh rasa sedih.Keputusasaan akan menjadi teman
setia kita, dan entah untuk berapa lama lagi kita akan berkutat dalam masalah
dan tidak beranjak menuju penyelesaian. 
Sebaik
dan sesempurna apapun rencana yang telah kita buat, kita tidak boleh lupa bahwa
Allah memiliki rencana yang jauh lebih baik dan pasti terlaksana. Berprasangka
baik kepada Allah dan selalu yakin akan pertolonganNya adalah sikap terbaik
yang bisa kita lakukan di saat-saat sulit. Tetap berusaha dan tawakal,
Insyaallah badai pasti berlalu, maslah pasti selesai, dan ujian pasti berakhir
dengan kemenangan.
Amin
*Atika
Irmayani