Yatim, Hapus Air Matamu Nak!

Jakarta – Gemuruh suara anak berlari-larian, ternyata mereka berlarian menjemput ayahnya yang baru pulang kerja dan membawa bingkisan.

Tidak
seperti terlihat di pojokan rumah yang masih berdindingkan bilik dan
hamparan tanah tanpa ubin, terlihat seorang anak perempuan kecil yang
duduk tersipuh sambil menatap teman-temannya yang bergembira, air
matanya pun berlinang tak kuasa terbendung saat ia terkenang kepada
Almarhum Ayahnya tercinta.

“Mungkin, bila ayah masih ada..aku akan sebahagia mereka”

Bersyukur,
adalah kata yang tepat untuk ditanamkan di hati kita sekarang, begitu
banyaknya orang-orang di sekitar kita, hidupnya tak selayak kita, tak
sebahagia kita.

Namun, kita selalu merasa kurang akan nikmat yang
kita dapat. Untuk masalah keinginan, kita tidak akan jatuh pada satu
keinginan saja melainkan biasanya sesudah mendapatkan ini.. Kita masih
menginginkan itu.. Begitu seterusnya.

Seharusnya kita jangan mencintai apa yang belum kita dapatkan tanpa mencintai dan mensyukuri apa yang kita dapatkan.

Di
hari-hari menjelang datangnya hari raya. Merekalah orang-orang yang
akan sangat bersedih melihat lingkungannya karna ketidak sempurnaan
hidupnya..yaitu dia si Anak Yatim.

Mari kita rangkul mereka, kita berbagi dengan mereka walaupun hanya sebagian kecil dari harta kita.

Karena sebagian harta kita itu adalah hak mereka, mereka yang membutuhkan.

Rasulullah
pun mengajarkan kepada kita agar kita mencintainya sebagaimana dalam
hadistnya ,bahwa Nabi saw bersabda : “barang siapa yang memberi makan
dan minum seorang anak yatim diantara kaum muslimin, maka Allah akan
memasukkannya kedalam surga, kecuali dia melakukan satu dosa yang tidak
diampuni.”

Keadaan seperti yang serba sulit ini, akan menambah
kesedihan beberapa orang miskin, apa lagi mereka yang di mana tulang
punggung keluarga tiada menemani perjalanan hidupnya.

Bisa
dibayangkan, ketika anak kita yang belum sempat dibelikan sesuatu oleh
kita karena ketidakpunyaan kita saja, itu rasanya seperti sangat
menyedihkan. Apa lagi mereka yang tanpa ayah, atau mungkin tanpa
keduanya.

Jika memang kita punya rejeki walau sedikit, kita bisa
sisihkan untuk mereka, terlebih lagi jika kita ingin mengasuh mereka itu
akan lebih baik.

Karena seperti salah satu dari Sabda Rasulullah
berikut “Sebaik-baik rumah tangga muslim ialah yang di dalamnya ada
anak yatim yang dilayani dengan baik” (H.R. Ibnu Majah)

Sungguh ironi, bila kita di rumah makan enak, sandang pangan tercukupi
bahkan bisa dibilang berkecukupan sedangkan di samping rumah kita, di
sekitar kita ada anak yang sedang tersipuh menahan kesedihannya.

Sepertinya kebahagiaan kita itu hanya semu, jika kita tak peduli dengan mereka. Padahal mereka adalah bagian dari kita.

Yatim, hapus air matamu nak!! Kami adalah bagian darimu, keluargamu juga.

Penulis adalah anggota komunitas One Day One Juz (ODOJ)
detikramadan