Ukraina Sebut Penembakan MH17 Sebagai Aksi Teroris


Jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina membuat sejumlah pihak menghujat pelaku penembakan sebagai ‘teroris’. Salah seorang pejabat Ukraina yaitu penasihat Kementerian Dalam Negeri, Anton Gerashchenko mengatakan hal ini dalam posting di facebooknya kalau teroris menembaki pesawat dengan sistem rudal roket.


Dalam postingnya seperti dikutip dari CNN, Jumat (18/7/2014), Anton menceritakan pesawat yang ditembak sedang melintas terbang dengan ketinggian 10 ribu meter atau hampir 33 ribu kaki. Padahal, pesawat ini sedang menjalani rute penerbangan dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia. Pesawat jenis boieng 777 ini membawa 295 orang termasuk awak dan jatuh di dekat wilayah Donestk, Ukraina bagian timur.


Hal senada diungkapkan Presiden Ukraina Petro Poroshenko kalau jatuhnya pesawat MH17 itu sebagai tindakan ‘teroris’.


“Kami tidak mengecualikan pesawat itu ditembak jatuh. Dan, mengkonfirmasi kalau Angkatan Bersenjata Ukraina tidak pernah aktif menembak di langit,” sebut Petro seperti dikutip dari CNN, Kamis (17/7/2014).


Sebelumnya, Malaysia Airlines menyatakan kalau pihaknya telah kehilangan kontak dengan Air Control Traffic (ATC) Ukraina. Seperti diberitakan, MH17 jenis Boeing 777 ini terbang dari Amsterdam, Belanda pada pukul 12:15 waktu setempat dan diprediksi tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 06:10 waktu malaysia di hari berikutnya.


Penerbangan ini membawa 280 penumpang dan 15 kru pesawat. Pesawat naas itu diduga ditembak dengan roket dan semuanya tewas pada Kamis (17/7/2014).


Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab terkait penembakan pesawat sipil dengan total korban meninggal 295 penumpang itu.(detik/sp)