Muhammadiyah Krembangan Adakan Pondok Ramadhan Bagi Eks PSK Dolly

Pemerintah Kota Surabaya setiap Bulan
Ramadhan akan menertibkan beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat
berkembangnya penyakit masyarakat (pekat). Diantaranya seperti hotel dan
wisma-wisma, karaoke dan cafe yang dijadikan tempat mangkal para
pekerja komersial (PSK) juga akan ditertibkan. Ini untuk menghormati
bulan suci Ramadhan. Begitu juga pada bulan Ramadhan 1435 H/2014 M ini.
Khususnya dibekas Lokalisasi Bangunsari yang ditutup pada bulan Desember
2012 dan Bekas Lokalisasi Tambakasri (Kermil) yang ditutup pada bulan
April 2013 Pemerintah Kota Surabaya melakukan penertiban dikarenakan
masih ada beberapa tempat yang dijadikan tempat untuk prostitusi.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)  Krembangan salah satu
PCM yang getol melakukan kegiatan pengentasan PSK membuat kegiatan
Pondok Ramadhan bagi PSK, Mantan PSK, Mucikari dan Warga berdampak atas
penutupan Lokalisasi. Dikarenakan mereka tidak bisa pulang ke desanya,
PCM bersama dengan PC. ‘Aisyiyah Krembangan mengadakan kegiatan Pondok
Ramadhan dengan kegiatan : Sholat Tarawih, Tadarus baca Al-Qur’an dan
Pengajian ‘Aisyiyah. Acara pengarahan dan pemberian materi sekaligus
pembukaan kegiatan diadakan pada Hari Kamis Tanggal 26 Juni 2014 di
Gedung Baru SD Muhammadiyah 11 yang diikuti 40 PSK aktif, mantan PSK dan
mantan Mucikari.
Hal itu dikatakan salah satu Pengurus PC. ‘Aisyiyah
Krembangan Hj. Ummu Chasanah” Ramadhan tahun ini, kami
mengupayakan agar mereka benar-benar tobat dan kembali ke jalan yang
benar. Pertemuan awal Alhamdulillah bisa hadir 40 binaan yang nantinya
mereka akan kita minta untuk ikut Tarawih setiap hari di Masjid At-Taqwa
Bangunsari kemudian dilanjutkan belajar mengaji dan tadarus, serta
setiap hari minggu mengikuti Pengajian ‘Aisyiyah, tahun lalu sudah kita
adakan dengan model sekali pertemuan, sekarang kita upayakan agar selama
Ramadhan ini kita berikan aktifitas keagamaan, Kata Hj. Ummu Chasanah
didampingi Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PCM Krembangan H.
Heri Subagyo dalam pengarahan di Gedung Baru SD Muhammadiyah 11. Hadir
dalam pengarahan tersebut Ketua PCM Krembangan M. Arif an SH dan pemberi
pengarahan tausyiah KH, M, Yamin yang mengajak mengaji bersama serta
memberikan ceramah dengan gaya yang membuat suasana ‘gerr’

Sebelumnya Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PCM
Krembangan juga menggelar  Kegiatan  Pemeriksaan HIV/AIDS  di
Tambakasri  dan Bangunsari  pada tanggal 23  Juni 2014.“ Tidak hanya ekonomi dan pembinaan mental keagamaannya.
Juga masalah kesehatan khususnya masalah penyakit menular HIV/AIDS kami
juga perhatikan bekerjasama dengan LKMK, RW, Dinas Kesehatan dan
Puskesmas, kami selalu mengadakan kegiatan kesehatan. Sebab kami tidak
menampik adanya beberapa mantan PSK Lokalisasi yang masih beraktifitas
melayani tamu-tamunya di luar, sehingga berakibat penyebaran HIV/AIDS
tidak bisa dikendalikan atau  dimonitor pasca penutupan lokalisasi. “
Demikian kata dr Mar’ah Lailatussoichah Ketua MPKU PCM Krembangan.

Selain kegiatan di eks lokalisasi Bangunsari dan Tambakasri
(Kermil) PCM Krembangan diberikan amanat oleh Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Kota Surabaya untuk membantu pembinaan PSK, mucikari dan
warga berdampak di Lokalisasi Jarak-Dolly yang dideklarasi penutupannya
tanggal 18 Juni 2014 di Islamic Centre. Kegiatan di Jarak-Dolly
kerjasama dengan PCM Sawahan, PRM Putat Jaya dan Panti Asuhan
Muhammadiyah Putat Jaya.

“Kami bersama-sama dengan PCM Krembangan telah membina
mantan PSK dan PSK Aktif dan warga berdampak khususnya di lokasi Jarak
ada 18 binaan. Setiap hati jumat kita berikan pembinaan di Masjid
Ukhuwah Jl. Putat Jaya VIII B. Sekarang sudah kita upayakan untuk
memulai usaha sama yang diadakan di PCM Krembangan yaitu buka usaha
laundry, warung dan rombong. Yang dibantu Dinas Sosial dan Lazismu. “
Kata Mawarno, M.Pd.I Ketua OC Relawan Muhammadiyah Jarak-Dolly.
Selain itu kegiatan yang diberikan pada binaan Muhammadiyah
di Jarak, yaitu bila ingin insaf dan ingin kembali kekeluarga
masing-masing bekerjasama dengan Pemkot Surabaya kita kirim kirim pulang
kerumahnya. Salah satunya PSK yang bernama Sringatun yang diatar sampai
di desanya di Trenggalek. Diantar oleh Relawan dan Drs. Andi Hariyadi
dari PDM Kota Surabaya
Dalam program pasca penutupan lokalisasi Jarak-Dolly
Muhammadiyah akan membeli rumah wisma untuk dijadikan Sekolah, masjid
dan Panti Asuhan. Selain itu juga akan terus menerus melakukan kegiatan
pembinaan keagamaan. Saat ini Relawan berjumlah 25 orang yang sudah
mengalami ancaman dan intimidasi dari pihak yang menolak penutupan
lokalisasi Jarak-Dolly. Karena ini lokalisasi terbesar se Asia Tenggara,
sehingga penolakannya cukup keras dan Relawan Muhammadiyah mencari pola
terbaik agar tidak terjadi konflik ditengah-tengah masyarakat. Di
antaranya dengan fokus pembinaan pemberdayaan masyarakat khususnya
pembinaan ekonomi.  “Dengan banyaknya PSK pulang atau berhenti
beraktifitas di bulan Ramadhan ini kami manfaatkan untuk melakukan
pendekatan bagi warga dan mantan PSK di Jarak-Dolly dengan memberikan
kegiatan keagamaan dan Pemberdayaan Masyarakat, sebagai upaya
Muhammadiyah memberikan solusi kesejahteraan sosial,” jelas Mawarno,
M.Pd.I yang juga sebagai Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Putat Jaya.(sp/abu zidan/lpcr)