Mesir Buka Gerbang Perbatasan Rafah ke Gaza

Pemerintah Mesir akhirnya
membuka gerbang perbatasan Rafah menuju Gaza. Hal ini dilakukan untuk
mengeluarkan dan merawat ratusan orang yang terluka akibat serangan
udara Israel.

Diberitakan kantor berita Ma’an yang
mengutip juru bicara Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza, Iyad
al-Buzm, perbatasan Rafah dibuka pada pukul 9 pagi, Kamis 10 Juli 2014.
Ratusan korban terluka dibawa ke Mesir dan bantuan kemanusiaan bisa
masuk ke Gaza.

Korban tewas dan terluka masih terus bertambah di Gaza. Laporan media TVNZ, korban tewas di Gaza mencapai 88 orang, sementara korban luka ada 339 orang. Washington Post mencatat, ada 21 anak-anak yang tewas.

Rafah
adalah satu-satunya jalan keluar dari Gaza yang diblokade Israel.
Gerbang ini jadi akses tunggal bagi bantuan kemanusiaan dari seluruh
dunia untuk wilayah tersebut.

Pemerintah Mesir Rabu lalu
mendesak Hamas dan Israel untuk menghentikan saling tembak roket. Namun
pemerintahan Abdel Fattah al-Sisi belum menunjukkan niat untuk memediasi
kedua kubu bertikai itu.

Pada serangan Israel ke Gaza tahun
2012, Presiden Mesir kala itu Mohamed Morsi mengecam keras tindakan
zionis dan mengirim perdana menteri ke Gaza sebagai bentuk dukungan bagi
warga Palestina.

Sejak Morsi digulingkan militer pimpinan
al-Sisi pada Juli 2013, Mesir mulai menutupi terowongan dari Gaza ke
wilayah mereka. Sisi juga menuduh Hamas mendukung Ikhwanul Muslim dalam
melakukan serangan di Mesir. [sp/viva]