Menteri Agama Prediksi Idul Fitri 1435 H Tidak Ada Perbedaan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin memperkirakan pelaksanaan Idul Fitri 1435 H di Indonesia tidak akan ada perbedaan antara pemerintah dengan ormas Islam khususnya Muhamadiyah. Alasannya, ketinggian hilal pada awal bulan Syawal di atas batas yang ditentukan. 


“Menurut penghitungan hisab itu nanti posisi hilal diperkirakan di atas 2 derajat,” ujar Lukman usai acara buka puasa bersama ormas Islam di kediamannya di Widya Chandra III, Jakarta, Jumat (25/7/2014). 


Lukman menjelaskan, selama ini perbedaan penetapan tanggal 1 Syawal atau hari Idul Fitri disebabkan perbedaan cara pandang dalam menentukan batas minimum hilal dapat dilihat (rukyat). Pandangan pertama, lanjut waketum PPP ini, menyebutkan hilal dapat dirukyat jika di atas 2 derajat. Jika dalam metode hisab hilal kemungkinan di posisi di atas 2 derajat, maka ini disebut imkanur rukyat. 


Pandangan kedua, dia melanjutkan, hilal dapat dilihat tidak harus di atas 2 derajat, tetapi di atas 0 derajat pun sudah dapat dilihat. 


“Nah sekarang ini, menurut hisab, posisi hilal kemungkinan nanti sudah di atas 2 derajat,” jelas Lukman. 


Mantan wakil ketua MPR ini mengatakan, sidang isbat (penetapan) 1 Syawal 1435 H akan digelar di Kementerian Agama pada Minggu 27 Juli 2014 mendatang. Seperti dalam sidang isbat sebelumnya, sidang nanti juga akan mengundang perwakilan dari ormas-ormas Islam, kedutaan besar negara sahabat, dan pakar astronomi. Informasi yang didapat dari hisab akan dikonfirmasi melalui rukyatul hilal.(detik/sp)