Muhammadiyah Taklukan Puncak Tertinggi Eropa

Tim MAPALA UMY yang terdiri dari  Singgih Alnin Muttaqin,
Akhmad Rasyid Gandi, M. Fauzan, Saigunsi Bonita Arimi, dan Suwarjono
Lempo, sudah kembali menginjakkan kaki di Yogyakarta. Ekspedisinya ke
Gunung Elbrus Rusia selama 3 minggu sudah usai, dan mereka pun berniat
akan membukukan hasil ekspedisinya tersebut. Kedatangan mereka pun
disambut langsung oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA. Selain
itu, hadir pula perwakilan dari Pemerintah Provinsi DIY yang diwakili
oleh GBPH H. Prabukusumo, S.Psi, serta ketua dan wakil ketua Badan
Pembina Harian UMY, H. Rosyad Sholeh dan Ir. Dasron Hamid. 
 
Dalam penyambutannya, Rektor UMY menyampaikan pada semua
tim MAPALA UMY baik yang sudah menjalakan ekspedisinya maupun yang tidak
ikut mendaki, untuk tetap terus berusaha dan bekerja keras untuk meraih
impiannya. “Semuanya harus tetap berusaha keras dan sungguh-sungguh
dalam bekerja. Sebab dengan bersungguh-sungguh, hasil yang kita inginkan
akan tercapai dengan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Suwarjono Lempo, selaku koordinator tim
ekspedisi mengatakan waktu yang dibutuhkan untuk mendaki ke puncak
Gunung Elbrus itu selama 10 hari. Kemudian untuk 2 minggu berikutnya
digunakan untuk melakukan eksplorasi dan kajian mengenai sejarah,
sosial, dan kebudayaan penduduk muslim di daerah Terskol di kaki Gunung
Elbrus Suwarjono melanjutkan, saat mereka melakukan pendakian dan tiba
di ketinggian 5000 mdpl, suhu udara Elbrus sudah mencapai minus 30
derajat celcius. Sehingga mereka diharuskan untuk tetap menjaga stamina
sampai bisa tiba di puncak Elbrus. “Suhu Elbrus memang sangat ekstrim.
Tapi kami beruntung, karena saat tiba di puncak, kami bisa terhindar
dari jam-jam kritis saat suhu tiba-tiba berubah dengan sangat cepat,”
ujarnya.
Adapun hasil ekspedisi tim MAPALA UMY ke Elbrus itu nantinya akan dibukukan. Baik itu berupa buku panduan mengenai Manajemen Perjalanan Pendakian Gunung Es,
yang diperuntukkan bagi generasi selanjutnya yang akan melakukan
pendakian gunung es, juga buku berupa hasil eksplorasi sosial dan budaya
penduduk muslim di daerah Terskol yang berada di kaki Gunung Elbrus,
yang juga merupakan salah satu jalur pintu masuk ajaran Islam ke kawasan
Rusia. (bhpumy/mac/muhammadiyah.or.id/sp)