Muhammadiyah Digunakan Black Campaign , Wimar Sudah Offside dan Picik!!

Terkait maraknya materi banner yang bernada provokasi yang telah dilakukan pada facebook dan Twitter Wimar Witoelar, seperti yang banyak beredar bahwa lambang persyarikatan Muhammadiyah ditampilkan dengan mencantumkan keterangan “Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys” (upload 15/6/2014).
Hal tersebut menimbulkan reaksi kecaman dari warga Muhammadiyah pengguna jejaring sosial Facebook dan Twitter, apa yang dilakukan Wimar Witoelar yang seorang public figur dengan menggugah gambar tersebut telah mencederai semangat demokrasi dan menciptakan opini miring kepada pihak – pihak tertentu.
Di gambar tersebut logo Muhammadiyah dikesankan berada satu barisan yang mendukung salah satu Capres tertentu , padahal seperti kita ketahui di dalam Tanwir Muhammadiyah Samarinda kemarin PP Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat terkait Pemilihan Presiden dengan menegaskan bahwa Muhammadiyah secara organisasi bersikap netral aktif yaitu tidak memihak salah satu Capres tertentu dan mendorong warga Muhammadiyah menggunakan hak pilih nya secara bertanggung jawab.
Di gambar tersebut Wimar Witoelar telah nyata melakukan penistaan kepada Muhammadiyah dengan meletakkan lambang Muhamamdiyah dan ormas – ormas islam laennya yang diasosiasikan pendukung capres tertentu dan menyematkan kalimat “Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys” , sebuah tindakan yang sangat tidak terpuji dan sangat jauh dari nilai – nilai perdaban bangsa Indonesia. 

Apa kontribusi seorang Wimar Witoelar selama ini untuk rakyat dan bangsa Indonesia tidak ada seujung kuku pun jika dibandingkan dengan apa yang telah diberikan oleh Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara. Sehingga apa yang dilakukan Wimar Witoelar dengan penciptaan opini tentang Muhammadiyah adalah sebuah tindakan amoral, picik dan bertendensi mengadu domba ummat islam dan rakyat Indnesia.

Selanjutnya warga Muhammadiyah mendesak kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melayangkan somasi kepada Wimar Witoelar agar segera menghapus gambar tersebut dan meminta maaf kepada Muhammadiyah. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga marwah persyarikatan dan mencegah tangan – tangan usil provokator yang ingin memecah belah ummat islam dan bangsa Indonesia. (ar/sp)