Adzan Pertama Kali Berkumandang di Vatikan

Jakarta- Berkumandangnya adzan di Vatikan untuk pertama kalinya dalam
sejarah menujukkan dakwah Islam berkembang Pesat di pusat Ibu Kota
Italia, Roma. Hal ini sungguh luar biasa dan patut disyukuri.

Mantan
duta besar RI untuk Qatar, Abdul Wahid Maktub, menyatakan Masjid
terbesar di Eropa saat ini berada di Roma, yang notabene dekat sekali
dengan Vatikan (ibarat negara dalam negara).

“Mendengar dan
membaca berita ini, bagi saya suatu hal biasa dan tidak terlalu
mengejutkan. Namun, patut disyukuri perkembangan dakwah Islam di pusat
kota Roma sungguh luar biasa,” tutur Abdul Wahid saat dihubungi
Republika, Ahad malam (8/6).

Kegiatan semacam ini membawa pesan
dunia bahwa konflik Arab (Palestina) – Israel sebenarnya bukanlah
konflik agama, melainkan konflik politik.  Itu sebabnya, agama harus
dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen penyelesaian dan solusi
konflik Palestina, bukan justru  memperparah konflik yang ada.

Upaya
Vatikan ikut membantu  mediasi konflik itu patut dihargai semua pihak.
“Namun, saya masih tetap pesimistis karena sudah banyak resolusi PBB
yang tidak dipatuhi Israel, apalagi negara kecil Vatikan. Padahal, PBB
adalah badan dunia,” tuturnya.

Ketua DPP PKB itu juga berharap pendekatan baru upaya mediasi Vatikan akan membawa dampak yang baik terhadap kesadaran publik.

Agama dan Tokoh Agama dapat memainkan peranan yang cukup signifikan bagi upaya terciptanya perdamaian dan keamanan dunia (world peace and security). “Saya sendiri pernah beberapa kali melakukan sholat jum’at di Mesjid terbesar di Eropa itu,” papar Abdul Wahid.

Ia juga merasa sangat terkejut karena jamaahnya membludak luar biasa, penuh dan tidak ada tempat yang kosong.

Pemandangan
yang sungguh indah adalah jamaahnya sungguh sangat beragam, bahkan
tidak sedikit yang berkulit putih alias orang asli roma sendiri.
Artinya, jelas Abdul Wahid, kegiatan Adzan, membaca Alquran dan Sholat
di Roma, yang sangat dekat dengan Vatikan, bukanlah suatu kegiatan baru
yang dianggap aneh dan unik, tetapi sudah menjadi pemandangan biasa.[sp/rol]