Muhammadiyah Serukan Capres Kedepankan Politik Adiluhung

“Muhammadiyah mengimbau kepada calon presiden dan wakil presiden, tim sukses dan para pendukungnya agar mengedepankan politik adiluhung, persaingan sehat, kejujuran, kesantunan, saling menghormati, menghindari praktik politik uang, dan mengedepankan kepentingan dan persatuan bangsa,” ujar Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam rilis yang dibagikan kepada media.

Menurut Din, kualitas pelaksanaan pemilu legislatif pada 9 April lalu sangat rendah. hal itu ditandai dengan maraknya praktik politik uang dan kecurangan masif yang terstruktur dan sistemik. Muhammadiyah menurutnya, menyayangkan keterlibatan oknum KPU di sejumlah wilayah yang tidak netral dan terlibat jaringan kejahatan politik yang tidak berkeadaban. 
Muhammadiyah, lanjut Din, mengkhawatirkan kinerja legislatif 2014-2019 hasil pemilu rendah dan gagal menghasilkan keputusan legislasi yang memajukan harkat martabat bangsa. Hal itu karena sistem proporsional terbuka yang diterapkan. 


“Untuk Pileg 2019, Muhammadiyah mendesak diberlakukannya sistem pemilu proporsional tertutup. Sedangkan untuk pilpres 2014, Muhammadiyah mendesak KPU segera melakukan langkah-langkah strategis untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu, terutama daftar pemilih tetap, proses pemilihan dan penghitungan suara, serta menjaga netralitas dan objektivitas,” imbuh Din.
Muhammadiyah berharap agar Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 berjalan aman, damai, adil, dan bermutu serta menghasilkan presiden dan wakil presiden yang berkualitas, mampu memajukan kehidupan bangsa menuju tercapainya cita-cita nasional.

Dinamika politik jelang penyelenggaraan pemilu presiden pada 9 Juli mendatang makin panas. Tak jarang dalam kompetisi pilpres, antar capres saling melontarkan manuver-manuver negatif. Muhammadiyah mengimbau kepada para capres dan cawapres agar mengedepankan etika dalam berpolitik.