Mengenang Almarhum Imam Nurdin, Kader Tulen Yang Dikeluarkan dari Guru Muhammadiyah

Mengenang sosok luar biasa yang bersahaja….mas Imam Nurdin
(tulisan mas Jamal)
Iman Nurdin, selepas Menikahi seorang Gadis Klaten (Kalau tdk salah) bernama Mulatsih, mencoba berwira usaha di klaten & jogja. jiwanya sebagai dai dan pendidik nampaknya tdk cocok dg apa yg dilakukan. mengingat orang tuanya yg semakin menua juga keprihatinannya melihat perkembangan Muhammadiyah di Tasikmalaya maka Iman Nurdin dan istrinya akhirnya memutuskan utk pulang ke Singaparna kampung halaman yg telah membesarkannya. memang beda jauh antara Klaten/Yogya dibandingkan dg Singaparna. Klaten/Jogja cenderung berdebu dan panas sedangkan Singaparna mengesankan kesuburan dan kesejukan. Yg membuat Iman Nurdin dan istri memilih menetap di Tasikmalaya/Singaparna bukan karena faktor kenyamanan tapi lebih karena panggilan jiwa dan keyakinan akan peluang utk mewujudkan cita citanya sebagai kader Muhammadiyah. setelah sepakat dg istri akhirnya Iman Nurdin dan istri akhirnya benar benar pulang ke Singaparna. 
Iman Nurdin bercerita pada saya bahwa tdk beberapa lamasesampai di Tasikmalaya, Iman Nurdin kemudian menjadi Guru di salah satu SMA Muhammadiyah di Tasik. Pertama mengajar di SMA Muhamnadiyah ini, iman Nurdin kaget karena di sekolah tersebut tdk ada IPM/IRM. Lebih kaget lagi ketika beliau melihat kepala sekolah dan para gurunys juga tdk peduli pada IPM/IRM juga Muhammadiyah.Didalam hatinya terpatri kesedihan yg mendalam,betapa ruginya Muhammadiyah punya sekolah tapi disekolah tersebut para guru dan muridnya tdk mengenal Muhammadiyah dan di didik dg pemahaman Islam yg benar. Mulai saat itu Iman Nurdin berjanji pada dirisendiri utk mengenal Al Islam dan Muhammadiyah dengan sungguh sungguh dan akan mendirikan Ranting IPM/IRM di sekolah tersebut. Dengan ketrampilan dan kemampuan komunikasi yg khas yg dimiliki iman Nurdin maka para pelajar SMU itu segera akrab dg Iman Nurdin dan sangat menyukai gayanya dlm mengajar dan bergaul dg mereka. Pengaruh Iman Nurdin menjadi sangat berarti bagi pelajar di SMU Muh tersebut. 
Setelah menunggu dan mempersiapkan waktu beberapa lama, akhirnya Iman Nurdin mendirikan Ranting IPM di sekolah tersebut dan disambut antusias oleh murid muridnya. Sayangnya, upaya Iman Nurdin untuk mendirikan Ranting IPM di sekolah tersebut malah ditanggapi negatif oleh kepala sekolah. Sang Kepala sekolah marah dan menolak berdirinya PR IPM di sekolahnya. Kepala sekolah menyatakan tidah butuh IPM. Akhirnya Iman Nurdin di keluarkan sebagai guru di sekolah tersebut. Selepas dari guru SMA muhammadiyah, iman Nurdin mencoba mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah di Kantor PDM Tasikmalaya (waktu itu di Tasikmalaya PDMnya hanya satu. Kab Tasikmalaya belum lahir PDM). Upayanya ini disalah pahami oleh para Pengurus Muhammadiyah, akhirnya iman Nurdin dilarang menyelenggarakan STAIM di kantor PDM kota Tasikmalaya. Betapa sedih dan remukredamnya hati anak muda ini. Karena di STAIM yg ia dirikan ini sdh ada mahasiswanya maka iman Nurdin harus mencari alternatif agar jangan sampai mahasiswanya berhenti kuliah. Setelah berkomunikasi dg berbagai pihak dan setelah menganalisa kondisi kab Tasikmalaya, akhirnya Iman Nurdin mendirikan PGTK/Paud dan mhswa dari STAIM di persilahkan utk kuliah di PGTK/Paud jika berminat. 
Dengan memanfaatkan tanah keluarga (kalau tdk salah ingat,wakaf kakeknya) maka ia bersama istrinya merintis PGTK/Paud dari nol. Atas kerja keras,cerdas dan keikhlasanya serta kemampuan bergaulnya yg luarbiasa maka PGTK/Paudnya yg dirintisnya lama kelamaan dipercaya ummat dan semakin membesar. Ribuan orang sdh jadi alumninya dan Sekolah PAUDnya menjadi PAUD terbaik tingkat propinsi jawabarat bahkan tingkat Nasional. Iman Nurdin bahkan lima tahun berturut turut memperoleh penghargaan terbaik tongkat nasional oleh Kemendiknas sebagai pembina PAUD. PGTK yg ia rintis saat ini mhswa dan alumninya sdh ribuan bahkan ada mhswanya yg berasal dari luar tasikmalaya bahkan banyak yg dari Cilacap dan Majenang demikian juga dg PAUD dan Sekola Dasarnya berkembang cukup pesat dan menjadi sekolah terbaik di kab Tasikmalaya. Ketika saya diberikesempatan untuk mengunjugi PGTK/PAUD dan SD yg dikelola oleh Iman Nurdin dan istrinya, saya terharu dan bangga. Iman Nurdin memang anak muda yg kreatif, inovatif dan memilik mimpi mimpi besar yg ia yakini mampu diwujudkan. Subhanallah. Semoga Amal sholihnya menjadi amal jariah,dan keluarga yg ditinggalkanya mampu meneruskan cita citanya. Iman Nurdin sebagai alumni IPM/IRM telah membuktikan komitmenya sebagai kader persyarikatan, kader Ummat dan kader bangsanya. (mas jamal)
BERITA DUKA & DIMOHON KERELAAN UNTUK MENDOAKANNYA
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi Rooji’un.
Turut berdukacita atas meninggalnya Sdr. Iman Nurdin, alumni Ma`had Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Kepala sekolah PAUD Sahara Singaparna, Tokoh Himpaudi, Mantan Ketua PD PM Tasikmalaya, Mantan KETUA BIDANG PENGKAJIAN & PENGEMBANGAN DAKWAH PIMPINAN PUSAT IKATAN REMAJA MUHAMMADIYAH 1994-1996.
Akibat Kecelakaan di Cibalong – Tasikmalaya
Semoga husnul khatimah…