M. Anang Ramli, Pahlawan Dari Bali Utara

Sejarah kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa lepas dari peran serta Muhammadiyah hal ini bisa dilihat bahwa Jendral Sudirman adalah pahlawan bangsa yang dilahirkan dari rahim Muhammadiyah , tidak hanya Jendral Sudirman tetapi banyak lagi kader Muhammadiyah yang berjuang melawan penjajah salah satunya yang dilakukan oleh kader Muhammadiyah di Bali.
Salah seorang tokoh “masyarakat Islam Bali” yang banyak berjasa dalam perjuangan kemerdekaan  di Bali ialah M. Anang Ramli.
Lahir di Kampung Bugis, Singaraja 1924 dengan pendidikannya di Vorvolg
School Singaraja (1934-1939), HIS Muhammadiyah Singaraja (1940 – 1941).
Pada jaman jepang bekerja di Hinomaru ( bagian pelayaran ) , sampai
menjelang 1943. Masuk tentara PETA dari 1943 – 1945.
Dalam masa
revolusi fisik melawan penjajah di Bali Utara , nama Anang Ramli memilki
peran yang cukup penting ini bisa dilihat dalam sejarah yang terekam
bahwa pada saat  ia dan beberapa pemuda lainnya yang tergabung dalam
badan perjuangan Pemuda bernama Pemuda Rakyat
MENURUNKAN BENDERA BELANDA di PELABUHAN BULELENG  
Peristiwa
yang paling penting ketika Oktober 1945 Anang Ramli dan beberapa pemuda
laennya berhasil menurunkan bendera tiga warna milik Belanda dan
menggantinya dengan sang dwi warna merah putih. Hal ini bermula ketika
Tentara Belanda berlabuh di pelabuhan Buleleng mereka menurunkan bendera
merah putih dan menggantinya dengan bendera belanda serta menugaskan
tentara Jepang untuk menjaganya. Tindakan belanda mengganti bendera dan
melakukan patroli di sekitarnya itu membuat rakyat singaraja terutama
pemuda gelisah kemudian keesokan harinya Komandan BKR I Made Putu ex
Daidancho Dai-ichi Daidan memerintahkan kepada para pemuda untuk
menurunkan bendera Belanda.
Seketika itu beberapa pemuda bergerak,
mengingat bendera itu dijaga ketat tentara jepang maka mereka
mendatangi  tentara Jepang dan mendesak agar tentara Jepang jangan
menghalangi tindakan mereka, kemudian skitar jam 18.00 para pemuda
tersebut kembali ke Pelabuhan Buleleng.
…..Beberapa pemuda berjaga
di belakang kantor bea cukai dan disebelah barat di depan pura segara,
Anang Ramli kemudian berguling – guling mendekati bendera belanda agar
tidak terlihat dari kapal pasukan belanda yang terus mengawasi, tetapi
sayang sewaktu menarik talinya tali itu putus dan bendera Belanda
terkatung – katung setengah tiang , lalu digunakan galah dan arit
sehingga Pemuda Anang Ramli berhasil menurunkan bendera belanda tersebut
kemudian menyerahkannnya kepada pemuda laennya bernama Gede Muka yang
dengan spontan bendera itu dirobek birunya tinggal merah putih dan 
bendera sang merah putih itu dikerek ke puncak tiang oleh Anang Ramli, 
melihat hal tersebut Tentara Belanda yang berada di laut melihat
benderanya diganti dengan sang dwi warna lalu melepaskan tembakan dari
kapalnya dengan sangat dahsyat akibatnya seorang pemuda bernama Putu
Merta gugur namun sang dwi warna tetap mampu berkibar……
PEMIMPIN PASUKAN ISTIMEWA Letkol  I GUSTI NGURAH RAI
Tokoh penting perjuangan rakyat Bali pada saat revolusi kemerdekaan adalah Letkol  I GUSTI NGURAH RAI
Ia
memimpin pasukan dan rakyat bali berperang melawan Belanda, dalam salah
satu fase peperangan tersebut pasukan induk Ngurah Rai sempat terdesak
karena salah satu kelompok pasukan bersenjata lengkap  yang dipimpin
oleh Nyoman Pegeg malah memilih menyerah kepada Raja Badung akibatnya
pasukan induk Ngurah Rai kehilangan banyak senjata penting tetapi Ngurah
Rai dengan cepat menugaskan Anang Ramli untuk mengambil alih tugas
Nyoman Pegeg
Pasukan dibawah pimpinan Anang Ramli kemudian terkenal dengan nama Pasukan Istimewa
karena ia memang istimewa, berani dan lincah serta dilengkapi dengan
senjata lengkap dan otomatis, pasukan ini berhasil mengadakan serangan
mendadak ke pos – pos musuh bahkan di Hutan Indrakila ( utara Desa
Carangsari)  Pasukan istimewa berhasil menghancurkan pos musuh dengan
merampas senjata dan amunisi milik NICA Belanda.
Anang Ramli
pernah menjadi Anggota DPRD Tk. II Buleleng (1950 – 1957) dan anggota
DPRD Tk I Bali mewakili Masyumi, Pengurus Muhammadiyah Bali Utara
(1967), Ketua Yayasan Yatim Piatu Singaraja sampai 1996, Ketua Takmir
Masjid Taqwa Singaraja sampai akhir hayatna. Beliau wafat pada tanggal
15 Februari 1999
Sejarah ini mungkin belum banyak kita ketahui ,
saya hanya ingin menggambarkan bahwa pada saat itu umat islam memiliki
peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di bali, umat islam
bisa bahu membahu dengan umat hindu dalam mengusir penjajah bahkan
mendapatkan kepercayaan penting untuk memimpin masyarakat bali.