Jual Biskuit Mengandung Babi, Indomaret Tak Cukup Hanya Minta Maaf

Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi,
mengatakan, minta maaf saja tidak cukup bagi PT Indomarco Prismatama
karena sudah mengedarkan biskuit yang mengandung babi.

“Minta
maaf saja tidak cukup. Kalau dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen
itu ada sanksi recall dari pasar,” kata Tulus kepada Kompas.com, di
Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

Recall adalah menarik kembali
peredaran barang dari pasar. Dalam pasal 8, UU No. 8 Tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen, disebutkan, pelaku usaha yang melakukan
pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang
dan/atau jasa tersebut, serta wajib menariknya dari peredaran.

Tulus menambahkan, manajemen ritel yang terkenal dengan nama Indomaret itu harus menjelaskan kepada masyarakat, dan menarik kembali barang yang sudah beredar.

Tulus
menyayangkan preseden ritel modern yang telah memiliki 940 gerai di
seluruh Indonesia ini. Terlepas dari apakah produk tersebut halal atau
haram, manajemen Indomaret seharusnya memisahkan produk tersebut dari produk halal.

“Produk haram ada konter khusus, agar bagi konsumen muslim tahu itu bukan halal,” jelasnya

Selain
itu, dia juga menyayangkan pengawasan pemerintah dalam hal ini
Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian
Perdagangan, dan BPOM, dalam mengawasi peredaran barang. Pasalnya
produk biskuit berkomposisi babi tersebut dibungkus dalam kemasan dengan
informasi huruf Kanji.

“Semua produk yang masuk itu seharusnya
menggunakan bahasa Indonesia. Nah itu aturan dari Kemendag. Kalau tidak
ada, berarti bisa dipertanyakan itu (biskuit) legal atau ilegal,”
ucapnya.

Dalam sebuah artikel yang diunggah kompasianer Agung Soni,  “Indomaret Sedia Biskuit Jepang Mengandung Lemak Babi”, Indomaret
diketahui menjual produk biskuit mengandung babi. Hal itu berawal dari
status teman Facebook Agung, Fuzianyah Bachtar yang belajar di
Universitas Tokyo Jepang membagikan gambar warning yang berguna buat
muslim di Indonesia.

Status Fuzianyah Bachta menyebutkan “Produk
haram impor ini dijual bebas di Indomaret.. Coba lihat ini tertulis
?????(mengandung babi)”.

Produk biskuit bernama “Bourbon Cookie” itu dijual Rp 14.500. Ada sebanyak 30 Toko dari 940 Toko Indomaret
menjual produk tersebut. Biskuit Borboin Cookie disuplai oleh CV Roma
yang berlokasi di Medan. Dalam verifikasi komposisi produk tahap awal,
tidak ada unsur babi di produk tersebut.

Setelah dilakukan
pengecekan ulang, barulah didapati komposisi produk sudah tidak sama
dengan komposisi awal. Informasi produk biskuit itu diketahui berbahasa
Jepang dengan huruf Kanji. Manajemen Indomaret menyatakan, sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. Mereka mengaku kecolongan. (tribunnews/SP)