Santri MBS Prambanan Ikuti Seleksi Universitas Madinah


Sleman- Lembaga pendidikan di Muhammadiyah jumlahnya beribu-ribu, tetapi jika berbicara masalah pengkaderan lewat pendidikan Muhammadiyah maka kita cenderung kembali ke sistem pendidikan ala pesantren, pendidikan berasrama atau orang asing menyebutnya dengan boarding school. Jarang pendidikan, kalau boleh dibilang tidak ada, yang tanpa asrama dibilang sebagai pendidikan kader. Karenanya, meski Muhammadiyah mempunyai ribuan kader tetapi jumlah kader Muhammadiyah tidak sebanding dengan jumlah pendidikan yang dimilikinya. Oleh karena itu perguruan Muhammadiyah paling sering mendapat sorotan, terkait dengan lemahnya perkaderan Muhammadiyah.
Salah satu sekolah kader Muhammadiyah adalah MBS(Muhammadiyah Boarding School). Saat ini MBS yang bergeliat contohnya di Prambanan,Sleman. Hari Ahad kemarin(20/4) Para santri MBS(Muhammadiyah Boarding School) Prambanan  berangkat ke Madinah di damping Mudir Pondok H. M. Nashirul Ahsan, Lc. Beberapa pengurus ‘Aisyiyah Prambanan juga ikut menemani santri untuk mengikuti ujian seleksi masuk di Universitas Madinah. Berjuanglah nak apapun kata orang tetaplah semangat dan istiqomah “Muhammadiyah sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka teruslah kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan di mana saja. Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembalilah ke Muhammadiyah. Jadilah meester, insinyur dll, dan kembalilah ke Muhammadiyah” (K.H. Ahmad Dahlan)