Penegakan Syariat Islam di Brunei Dikecam PBB

Keputusan pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah menerapkan syariah
Islam menuai kecaman dari Komisi Tinggi HAM PBB (UHCHR). Dalam
pernyataannya, Komisaris UHCHR Rupert Colville mengatakan bahwa hukuman
mati untuk berbagai tindakan yang disebut adalah pelanggaran hukum
internasional.
“Kami mendesak pemerintah menunda penerapan revisi hukum tersebut dan
melakukan peninjauan yang komprehensif untuk memastikan kesesuaiannya
dengan standar hak asasi manusia internasional,” kata Colville.
Protes juga telah disampaikan oleh kelompok LGBT (Lesbian, Gay,
Biseksual dan Transeksual), Gill Action, dengan membatalkan acara
konvensi yang rencananya akan digelar di Beverly Hills Hotel, Amerika
Serikat, 1-4 Mei mendatang. Hotel tersebut adalah milik Dorchester Group
yang dikendalikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah.
Walaupun menerapkan hukuman mati dalam undang-undangnya, namun
eksekusi tidak pernah dilaksanakan di Brunei sejak tahun 1957. UHCHR
mendesak Kesultanan Brunei melakukan moratorium formal eksekusi mati dan
menghentikannya.

Khusus umat Islam

Penerapan hukum Syariah tahun 2014 diumumkan Sultan Bolkiah
tahun lalu. Hukuman ini hanya akan diberlakukan untuk umat Islam di
negara tersebut, yang jumlahnya sepertiga dari populasi keseluruhan
420.000 orang.

“Ini karena kami butuh pada Allah yang Mahakuasa, dengan segala
kemurahanNya, telah menciptakan hukum untuk kita, sehingga bisa
menegakkan keadilan,” kata Bolkiah saat itu.
Selain rajam, pidana syariah memuat hukuman potong tangan bagi
pencuri. Namun untuk menerapkan hukum ini tidak semudah yang
dibayangkan, ada aturan yang ketat.
Potong tangan hanya akan dijatuhkan bagi barang curian mencapai
senilai atau lebih dari seperempat dinar (4,25 gram emas). Kurang dari
itu adalah penjara. Sementara hukum rajam hanya diberlakukan untuk
pezina yang telah menikah, dengan dihadirkan empat orang saksi laki-laki
yang melihat perzinahan itu dengan gamblang.
Sementara itu, yang belum menikah akan dihukum cambuk 100 kali.
Hukuman cambuk juga diberikan bagi pengonsumsi khamr atau minuman keras.[spfimadani]