PCIM Perancis, 7 Tahun Menyinari Eropa Barat

Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang sudah tua. Didirikan 18 November 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah, sejak awal, menahbiskan dirinya sebagai organisasi pembaharu, tajdid, yakni memperbaharui pemahaman Islam yang menyimpang dari misi Islam yang berkeadilan, berkemajuan, dan berkemakmuran. Organisasi ini juga terlibat aktif dalam pengabdian masyarakat, seperti mendirikan pantai asuhan, rumah sakit, madrasah, sekolah, dan perguruan tinggi. Dewasa ini, ribuan amal usaha di bidang sosial, kesehatan dan pendidikan telah tersebar di seluruh pelosok negeri.
Dalam usianya yang sudah melewati satu abad, sudah saatnya Muhammadiyah go international. Mengingat, pertama, sebagai sebuah organisasi Islam, Muhammadiyah telah terbukti berhasil menerjemahkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, Muhammadiyah perlu menawarkan genre Islam yang berkemajuan kepada masyarakat internasional. Ketiga, Muhammadiyah mampu bertahan dalam putaran arus politik dan politik berbaju agama. Inilah social capital yang melatari kebutuhan ekspansi Muhammadiyah menembus batas-batas geografis dan kultural masyarakat Indonesia.
Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Perancis, dideklarasikan pada pukul 18.00, 1 Oktober 2007 M / 19 Ramadan 1428 H di Paris, hadir di tengah-tengah masyarakat sekuler. Berkah demokrasi (kebebasan berorganisasi, berpendapat, berkeyakinan) memberikan kesempatan besar kepada Muhammadiyah untuk tampil menawarkan dan menyebarkan ajaran dan nilai Islam yang berkemajuan, berkeadilan, dan berkemanusiaan kepada masyarakat Perancis. Dan, jenis pemahaman Islam seperti inilah yang sesuai dan diterima oleh kultur masyarakat Prancis yang sekuler, rasional, dan terbuka. Ekspansi Muhammadiyah di negeri anggur ini, juga, diharapkan dapat menjadi forum bersama bagi masyarakat Indonesia yang berada di Perancis untuk memahami Islam à la Muhammadiyah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemajuan, keadilan, kemakmuran, dan kesetaraan.
sumber: pcimperancis