Muhammadiyah dan NU Mengecam Suap Pada Pemilu

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengimbau warga
Muhammadiyah menghindari politik uang dalam pelaksanaan Pemilu 2014.
“Muhammadiyah menekankan politik uang supaya dihindari, dalam bentuk
apa pun karena ini merupakan turunan dari rasuah yang merupakan laknatullah bagi penyuap maupun yang disuap,” katanya usai menghadiri Hari Bermuhammadiyah di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu.
Ia mengatakan, politik uang akan merusak mentalitas dan budaya
masyarakat. “Kalau hal itu terjadi maka untuk mewujudkan pemilu yang
berkualitas jauh dari harapan,” katanya.
Ia mengatakan, Muhammadiyah tidak memiliki hubungan organisatoris
struktural dengan partai politik manapun, namun warga Muhammadiyah
dipersilakan untuk berkiprah di banyak parpol dan menjadi
pejuang-pejuang dakwah di parpol.
Sementara itu Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH
Malik Madani menghimbau kepada warga NU agar dimasa kampanye pemilu saat
ini jangan pernah mau menerima suap atau sogokan untuk memilih partai
tertentu.
Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa NU secara struktural tidak
menganjurkan warga NU untuk memilih partai politik tertentu terkait
pemilihan umum (Pemilu) yang digelar 9 April mendatang.
Ia menegaskan hal ini di hadapan ribuan warga NU dalam forum doa
bersama dan tahlil 40 hari wafatnya KH Zainal Abidin Munawwir, pengasuh
Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, Selasa (25/03) malam.
Lebih lanjut, KH Malik Madani berpesan kepada seluruh warga NU agar
menjaga ukhuwah nahdliyah dan meningkatkannya menjadi ukhuwah islamiyah.
Ukhuwah Islamiyah harus dipahami sebagai persaudaraan yang islami,
bukan sekadar persaudaraan sesama muslim.

Di akhir tausyiahnya beliau berpesan agar “Pilihlah karena memang
orang tersebut baik dan layak untuk menjadi wakil Anda,” tuturnya
menuntaskan pesannya atas nama PBNU. [dbs/tabligh.or.id]