Liberalis Yang Ma’rifatnya Minimalis

Oleh: Ust. Hasan Al-Jaizy 

Beberapa saat setelah terjadi bencana di Aceh, budayawan sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Goenawan Mohamad, berkirim SMS kepada sejumlah teman di JIL, termasuk Ulil Abshar Abdalla. 

SMS itu berbunyi, “Orang yang percaya bahwa tsunami adalah cobaan dari Tuhan, maka dia percaya kepada Tuhan yang buas. Itu bukan Tuhan saya.”

(kutipan dari karya Abu Umar Abdillah dalam “Terapi Kerasukan JIL”)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍۢ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” [Q.S. Al-Baqarah: 155]

Utusan Allah Ta’ala, yaitu Nabi Muhammad -shallallahu alayhi wa sallam-, bersabda:

لَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ أَوِ الْمُؤْمِنَةِ، فِي جَسَدِهِ، وَفِي مَالِهِ، وَفِي وَلَدِهِ، حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ

“Cobaan selalu menimpa orang mukmin dan mukminan (di dunia), baik terhadap jasad, harta dan anaknya hingga dia menjumpai Allah dalam keadaan tidak membawa kesalahan.” [H.R. Ahmad, no. 7859, dengan isnad hasan]

Liberalis jangkauan fikirannya minimalis. Tidak bisa atau kesulitan meraih hikmah di balik musibah. Dan kesulitan menerima firman Rabb-nya dan sabda Nabi-Nya. 

Ketika Allah menetapkan bahwa Dia lah yang memberi bala (cobaan) pada makhluk-Nya, liberalis justru mengingkari dengan alasan bodoh, yaitu, “Kalau memang Tuhan yang membuat cobaan ini, maka itu adalah Tuhan yang buas. Dan itu bukan Tuhan saya.”
Liberalis begitu iblis.

Takwil Iblis setelah menolak sujud terhadap Adam atas amar Pencipta segalanya, “Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia dari tanah.”

Dan Iblis mendasari pengingkaran itu dengan nalar sempitnya semata, tanpa menerawang hikmah di balik amar.

Sebagaimana Liberalis mendasari pengingkaran bahwa cobaan adalah dari Allah dengan nalar sempitnya semata, tanpa menerawang hikmah di balik musibah.

Semoga Allah hancurkan Liberalisme.