Punya Aset Trilyunan, Muhammadiyah Akan Terbitkan E-Money

JAKARTA – Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia,
Muhammadiyah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dalam mendorong
laju ekonomi umat. Terlebih lagi Muhammadiyah memiliki aset yang
nilainya luar biasa besar.

Berdasarkan rilis yang diterima ROL,
Rabu (12/3), amal usaha Muhammadiyah (AUM) mencapai 3.370 TK, 2901
SD/MI, 1.761 SMP / MTs, 941 SMA/MA/SMK, 67 Pondok Pesantren, dan 167
perguruan tinggi. Pada sektor kesehatan tercatat sebanyak 47 Rumah Sakit
(PKU), 217 Poliklinik, 82 klinis bersalin.

Sementara di sektor
ekonomi ada 1 bank syariah (saham Muhammadiyah 2,5 persen), 26 BPR/BPRS
dan 275 BMT/BTM, 1 Induk Koperasi BTM, 81 Koperasi Syariah, 22 Minimart
dan 5 kedai pesisir. Demikian juga pada wilayah sosial, Muhammadiyah
memiliki lebih 400 buah panti asuhan, rumah singgah dan sejenisnya.
Total asset Muhammadiyah itu lebih dari Rp 20 Triliun.

Besarnya
potensi aset itulah yang mendorong Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP
Muhammadiyah (MEK) akan menerbitkan e-money Muhammadiyah sebagai uang
komunitas untuk bertransaksi.

Ketua MEK, Syafrudin Anhar mengatakan, keinginan Muhammadiyah untuk menerbitkan e-money Muhammadiyah
akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MEK dan seminar
nasional bertema ‘Menggagas Format E-Money Muhammadiyah Menuju 
Financial Inclusion dan Less Cash Society’ yang akan diselenggarakan
bulan depan.[sp/rol]