Bermuhammadiyah Sejatinya Adalah ‘berjihad fii sabilillah’

Muhammadiyah Jihad Fii Sabilillah
oleh : Prof. Dr. Thohir Luth, MA (Ketua PWM Jawa Timur)
Bermuhammadiyah sejatinya adalah ‘berjihad fii sabilillah’, karena apa yg
dilakukan Pimpinan Persyarikatan, maupun warga besar Muhammadiyah adalah
melanjutkan risalah Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah. Apa-apa yg
dipertaruhkan oleh para pejuang Muhammadiyah bernilai Jihad Fii
Sabilillah. Artinya begitu mulianya keberadaan kita dalam Muhammadiyah
sebagai Mujahid, dan sudah barang tentu mendapat penghargaan lebih di sisi Allah SWT.

Lantas kita bertanya pada semua Pimpinan Muhammadiyah dan keluarga
besarnya:apalagi yg kita cari, kalau bukan kemuliaan sebagai Mujahid melalui
Muhammadiyah? Muhammadiyah telah menyediakan lahan perjuangan bagi para
pimpinan, warganya dan simpatisannya. Satu lahan yg menjanjikan
kemuliaan abadi. Sehingga bagaimana kita menjadi pejuang-pejuang yg baik dan
tulus karena Allah melalui Persyarikatan Muhammadiyah. Hemat saya, menjadi
pejuang tulus itu secara kasat mata bisa dideteksi gejalanya. Yaitu
terpanggil mengurus dan berjuang dalam Muhammadiyah dengan senang hati, tanpa
merasa terpaksa, merelakan sebagian waktu, pemikiran dan harta benda untuk
perjuangan Muhammadiyah. 
Biasanya pejuang Muhammadiyah seperti mereka
selalu bertanya: What can I do for Muhammadiyah, not what can
Muhammadiyah do for me. Sayangnya kelompok-kelompok pejuang seperti ini tidak sebanyak
anggota Muhammadiyah. Mereka tergolong kelompok MINORITAS dalam
Muhammadiyah yg terus dan selalu berkomitmen pada apa yg harus saya berikan
pada Muhammadiyah, bukan apa yg saya peroleh dari Muhammadiyah. Kelompok
pejuang ini mengedepankan penghargaan dan kemuliaan dari Allah SWT
ketimbang penghargaan dan kemuliaan dari manusia. Mereka ini sesungguhnya
para Sufi Muhammadiyah yg sedang menikmati kebahagiaan mengurus Islam
melalui Persyarikatan Muhammadiyah. Kita butuh sosok pribadi dan figur
seperti mereka untuk perjuangan Muhammadiyah jangka panjang sejalan dengan
pengaruh hidup hedonism, kapitalism, neo-liberalism dan individualism
dalam era post-modern skarang ini.

Kita mencatat banyak pelajaran sebagai
ibrah dalam perjalanan dakwah Muhammadiyah. Jujur kita katakan bahwa
perkmbangan Muhammadiyah memang spektakuler, tapi bukan berarti tanpa
HAMBATAN dan ANCAMAN. Hanya karena Muhammadiyah cerdas merespon tantangan dan
ancaman tersebut, sehingga berubah menjadi berkah baru bagi Muhammadiyah.
Muhammadiyah ke depan akan semakin bnyak bertemu dengan kekuatan-kekuatan baik
perorangan maupun kelompok yang genit MERAYU dan MEMPROVOKASI Muhammadiyah
bahkan menghasut dan mengadu-dombanya.

Alhasil ber-Jihad Fii
Sabilillah dalam ber-Muhammadiyah untuk menggapai ridha Allah SWT itu menjadi
target kita. Berusaha mewujudkan harapan menjadi kenyataan dalam berjihad
melalui Persyarikatan Muhammadiyah harus menjadi bagian dari hidup kita
sebagai pejuang Muhammadiyah. Dengan dmikian kita dapat merasakan
kebahagiaan hakiki dalam hidup ini. Insya Allah.