Munas Tarjih Akan Bahas Fiqih Air dan Tuntunan Keluarga Sakinah

Yogyakarta- Musyawarah Nasional ke-28 Majelis Tarjih
dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan membahas tuntas pada lima
hal, yakni; Fikih Air, Tuntunan Menuju Keluarga Sakinah, Tuntunan
Manasik Haji, Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya, serta Tuntunan
Ibadah Qurban, yang akan diselenggarakan di STIKES Muhammadiyah
Palembang, Sumsel, 27 hingga 1 Maret 2014.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar,
Musyawarah Nasional yang akan diselenggarakan nanti, merupakan forum
tertinggi di Muhammadiyah yang berwenang mengambil keputusan dalam
permasalahan keagamaan. Untuk itu Majelis Tarjih juga akan mengundang
peserta dari berbagai kalangan, mulai dari utusan wilayah se-Indonesia,
Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren Muhammadiyah, Organisasi Otonom,
hingga perwakilan Ormas Islam di Indonesia. Salah satu bahasan yang
cukup penting dirumuskan dalam Munas nanti menurut Syamsul Anwar adalah
Fikih Air, karena saat ini dunia dihadapkan pada berbagai permasalahan
mengenai ketersediaan air bersih bagi kehidupan sehari-hari termasuk
beribadah. “Untuk Jakarta saja, kita hanya mampu menyediakan kurang dari
80% kebutuhan air bersih bagi seluruh warga, belum permasalahan lain
seperti pencemaran, kekeringan, tak layak konsumsi, hingga restribusi
daerah penghasil air bersih di hulu yang terlalu tinggi sehingga muncul
konflik kepentingan antar daerah,” jelasnya pada Konferensi Pers di
Gedung Muhammadiyah Jl. Cik Di Tiro No. 23, Yogyakarta

Sementara itu menurut ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam
kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa Munas Tarjih adalah keputusan
tertinggi PP Muhammadiyah yang bisa saja menghasilkan Fatwa. Hal
tersebut memberikan konsekuensi bagi warga Muhammadiyah untuk
menta’atinya, kecuali ada pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan
secara syar’i. “Para Bapak-bapak di Pimpinan Pusat-pun tidak dapat
menolak segala keputusan dari Tarjih, karena seluruh keputusan yang
keluar adalah berhulu dari para Alim Ulama dan sangat dapat
dipertanggungjawabkan,” tegasnya. [sp/muhammadiyah.or.id]