Yang Muda Yang Bersedekah

Pagi
menjelang siang, saat net radiasi matahari semakin tinggi, tim matahati
mengunjungi Firmansyah, seorang pegawai di salah satu Bank swasta di Jakarta.
Sosok muda yang beniat menjadi donatur tetap LAZISMU. Senang sekali rasanya,
saat LAZISMU bersedia menjadi wasilah saya dalam mensyukuri nikmat Allah Swt.
ujar Firmansyah, kepada matahati sesaat setelah melaksanakan shalat dhuha di
mushala kantornya di daerah Kuningan Jakarta.
Meski
masih muda, Firman memang sudah gemar bersedekah. Saat ditanya sejak kapan
kesadaran itu tumbuh? pemuda kelahiran 7 maret 1985 bercerita tentang masa
kecilnya, menurutnya orangtua dan guru ngajinya selalu mengajarkan tentang
pentingnya bersedekah. Selain itu, muncul juga dari kebiasaannya mendengarkan
ceramah para ustadz. Menurut
saya sedekah itu tidak melulu berupa harta atau benda, sedekah itu bisa
berbentuk apa saja, bisa ilmu, pelayanan, membantu orang lain, bahkan senyum
sekali pun bisa dikategorikan sedekah, bila semua itu di lakukan dengan ikhlas,
ujar Firmansyah.
Meski
saat ini ia hanya seorang karyawan bank swasta di Jakarta, dan pendapatan yang
tidak terlalu besar, tetapi hati nuraninya selalu terketuk untuk bersedekah.
Dengan sedekahnya ini ia berharap, ada orang lain yang bisa terbantu untuk
keluar dari masalah yang tengah dihadapi. Saya mendapatkan arti pentingnya sedekah dari
ceramah-ceramah para ulama. Saya sering mendengar
bahwa setiap sesuatu yang disedekahkan dengan ikhlas pasti akan di kembalikan
oleh Allah Swt. dengan jumlah yang berlipat ganda dan kita tidak akan rugi,
paparnya lagi.
Sesuai dengan mottonya berguna bagi
masyarakat dan agama, nampaknya motto itu pas buat anak muda yang gemar bermain
futsal ini. Ia selalu ingin berbagi terhadap sesama yang butuh bantuan.
Betullah kiranya sebuah hadis
Rasulullah yang diriwayatkan oleh ad-Dailani bahwa, bersyukur atas nikmat Allah
akan melestarikan nikmat tersebut. Dan untuk itu la takhaf wala tahzan wahai para penderma.(Edi)