Dahlan Rais: Islam Bisa Bersahabat dengan Siapa Saja

Medan  –  Islam tidak identik dengan kekerasan atau terorisme. Umat Islam bisa bersahabat dengan siapa saja dan saling tolong menolong dengan sesama. Hal ini ditegaskan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Drs H Ahmad Dahlan Rais MHum pada Milad Muhammadiyah ke-104 dan Tahun Baru 1435 H Perguruan Muhammadiyah Tanjung Sari sekaligus Peresmian Gedung Perpustakaan dan Laboratorium IPA SMA, Minggu (24/11).  
Khusus mengenai Muhammadiyah menurut Ahmad Dahlan, tetap bisa hidup di tengah masyarakat meski minoritas. “Di Abepura (Papua), Muhammadiyah tetap eksis. Bahkan warga yang non muslim bersekolah di sekolah Muhammadiyah. Mereka jadi tahu bagaimana Islam yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Mengapa Muhammadiyah tetap bisa hidup meski usianya sudah lebih satu abad? Menurut Ahmad Dahlan kerena pondasinya tauhid. Ia menguraikan ada empat pilar Muhammadiyah. Pertama pencerah umat. “Muhammadiyah itu pencerah umat melalui pendidikan.
Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengatasi ketertinggalan,” ujarnya. Kedua lanjutnya, Muhammadiyah menggembirakan amal saleh. “Lihatlah tadi ketika Pak M Yusuf memimpin Gerakan Amal Saleh, semua menyumbang dengan gembira dan senyum,” ujarnya.
Gerakan Amal Saleh untuk biaya pembangunan kamar mandi dan ruang salat berhasil mengumpul dana sekitar Rp 25 juta yang Rp 10 juta di antaranya merupakan sumbangan Ahmad Dahlan Rais selaku Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Solo (UMS), para caleg dari Muhammadiyah, orangtua siswa, siswa dan undangan lainnya.
Ketiga, Muhammadiyah bekerja sama dalam kebajikan dan bisa bekerjasama dengan siapapun. “Kita bisa bekerjasama dengan siapapun,” ujarnya. Acara tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada para senior Muhammadiyah serta pembagian hadiah kepada pemenang perlombaan.
Turut memberikan sambutan Ketua Panitia, Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Tanjung Sari, Ketua PCM Tanjung Sari dan Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Medan.  |MB/mpi-su|