Petuah Berhikmah : Cara Mensyukuri Anggota Tubuh



Petuah Berhikmah dari ABU HAZIM SALAMAH BIN DINAR

قَالَ رَجُلٌ لِأَبِي حَازِمٍ: مَا شُكْرُ الْعَيْنَيْنِ يَا أَبَا حَازِمٍ؟ قَالَ: ” إِنْ رَأَيْتَ بِهِمَا خَيْرًا أَعْلَنْتَهُ، 
وَإِنْ رَأَيْتَ بِهِمَا شَرًّا سَتَرْتَهُ “.

Seseorang bertanya kepada Abu Hazim, “Bagaimana mensyukuri kedua mata?

Ia menjawab, “(Yaitu) bila kamu melihat kebaikan dengan keduanya maka kamu mengumumkannya, dan bila kamu melihat keburukan maka kamu menutupinya.”

قَالَ: فَمَا شُكْرُ الْأُذُنَيْنِ؟ قَالَ: ” إِنْ سَمِعْتَ بِهِمَا خَيْرًا وَعَيْتَهُ، وَإِنْ سَمِعْتَ بِهِمَا شَرًّا
 أَخْفَيْتَهُ “.
Orang itu bertanya lagi, :“Bagaiman mensyukuri kedua telinga?
Ia menjawab, “Bila kamu mendengar kebaikan maka ingat-ingatlah, dan bila kamu mendengar keburukan maka lupakalah.”
قَالَ: فَمَا شُكْرُ الْيَدَيْنِ؟ قَالَ: ” لَا تَأْخُذْ بِهِمَا مَا لَيْسَ لَهُمَا، وَلَا تَمْنَعْ حَقًّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ هُوَ
 فِيهِمَا
“Bagaimana mensyukuri kedua tangan?
Ia menjawab, “Janganlah kamu mengambil apa yang bukan hak kedua tanganmu dan jangan pula kamu menahan-nahan hak-hak Allah yang terdapat pada kedua tanganmu.
“. قَالَ: فمَا شُكْرُ الْبَطْنِ؟ قَالَ: ” أَنْ يَكُونَ أَسْفَلَهُ طَعَامًا، وَأَعْلَاهُ عِلْمًا “.
Bagaimana mensyukuri perut?
Ia menjawab: Bagian bawahnya diisi dengan makanan sedangkan bagian atasnya diisi dengan ilmu.
قَالَ: مَا شُكْرُ الْفَرْجِ؟ قَالَ: ” كَمَا قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ 
أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ} [المؤمنون: 7
Bagaimana mensyukuri alat kelamin ?
Sebagaimana Allah berfirman: kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (QS. Al-Mu’minun, 23: 6 – 7)
. قَالَ: فَمَا شُكْرُ الرِّجْلَيْنِ؟ قَالَ: ” إِنْ رَأَيْتَ حَيًّا غَبَطْتَهُ اسْتَعْمَلْتَ بِهِمَا عَمَلَهُ، وَإِنْ رَأَيْتَ
 مَيِّتًا مَقَتَّهُ كَفَفْتَهُمَا عَنْ عَمَلِهِ، ،
Bagaimana mensyukuri kedua kaki?
Jika kamu melihat orang hidup yang kamu kagumi kebaikannya maka langkahkanlah kedua kakimu untuk melakukan amalan spertinya dan jika melihat orang mati yang kamu tidak murkai, maka tahanlah kedua kakimu untuk mengerjakan apa yang dikerjakan orang itu.
وَأَنْتَ شَاكِرٌ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَأَمَّا مَنْ شَكَرَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَشْكُرْ بِجَمِيعِ أَعْضَائِهِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ
 رَجُلٍ لَهُ كِسَاءٌ فَأَخَذَ بِطَرَفِهِ وَلَمْ يَلْبَسْهُ، فَلَمْ يَنْفَعْهُ ذلكَ مِنَ الْحَرِّ وَالْبَرْدِ وَالثَّلْجِ وَالْمَطَرِ
Dengan demikian, kamu sudah bersyukur kepada Allah, maka adapun orang yang hanya bersyukur dengan lidahnya tetapi tidak bersyukur dengan seluruh anggota badannya layaknya seseorang yang memiliki sehelai pakaian yang hanya dipegang ujungnya dan tidak memakainya, maka tidaklah melindunginya dari panas, dingin.”
dan hujan. [Diriwayatkan oleh al-Bayhaqi dalam kitab “Syu`abu-l Iman].
Dr.Dadang Syaripuddin, MA 
( Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat)