IMM STKIP Muhammadiyah Bogor Akan Mengadakan MASTA

Leuwiliang, 13
Oktober 2013 Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah  (IMM) STKIP Muhammadiyah Bogor akan
mengadakan kegiatan MASTA (Masa Ta’aruf) bagi para mahasiswa dan mahasiswi
baru, dengan mengusung tema “Mencetak
Akademisi Islam lewat kampus yang edukatif, religius dan humanis”
, IMM
STKIPM Bogor berusaha mengembalikan khittah perjuangan IMM dari masa ke-masa.
Berbagai macam
persoalan bangsa yang dihadapi, baik internal maupun eksternal menjadi PR
tersendiri yang harus dijawab oleh para intelektual muda muslim, khususnya
kader persyarikatan Muhammadiyah,  terlebih lagi IMM sebagai ‘para pemuda’ harapan
bangsa dan persyarikatan sebagai sang creator of change serta social control,
IMM dihadapkan pada situasi dimana IMM harus mampu mengemban setiap
permasalahan dan mampu menjawab berbagai tantangan dengan menghadirkan
solusi-solusi cerdas guna menjawab tantangan itu semua.
Kurang lebih 200
orang mahasiswa baru STKIPM Bogor yang merupakan Sekolah Tinggi Kejuruan dan
Ilmu Pendidikan yang masih baru, menjadi ajang sosiali pergerakan tersendiri
bagi IMM sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah tentang bagaimana memperkenalkan
IMM sehingga eksistensinya dikenal luas oleh seluruh mahasiswa dan lingkungan
kampus serta luas dan juga mampu menjadi wadah pengembangan minat dan bakat
serta potensi para mahasiswa baru.
Sekalipun Kampus
berada pada wilayah kecamatan, bukan berarti pemikiran, aksi dan daya kritis Mahasiswa
STKIPM Bogor khususnya PK IMM STKIP Muhammadiyah bogor berada pada tingkat ‘wong
deso’ melainkan IMM STKIPM Bogor berusaha ingin menampilkan dan mencetak
sosok-sosok Muda Muslim yang kreatif, dinamis serta cerdas baik lahir maupun
bathin, dengan dasar keguruan yang notabene akan menjadi seorang ‘pengajar’ dan
para ‘pendidik’ tentu sebelum mampu mendidik dan mengajar, mahasiswa harus tau
siapa dirinya dan apa yang harus dilakukan sebagai seorang yang terdidik dan
berpendidikan.
MASTA sekalipun
hanya bagian kecil dari sebuah orientasi dan pengkaderan, bukan berarti hanya
berisikan perkenalan satu sama lain, mengenal kampus dan isi kampus, mengenal
IMM, sejarah dan lainnya tapi juga harus mampu memberikan wawasan yang ‘lebih’ dibanding
acara-acara seperti POSMA, OSPEK dan sejenisnya. Terlebih IMM sebagai
organisasi otonom Muhammadiyah harus mampu memberikan kendali penuh dalam
pergerakan mahasiswa khususnya mahasiswa dikampus perguruan tinggi
Muhammadiyah, agar tidak lagi ‘tamu’ yang malah menjadi tuan rumah dirumah kita
sendiri.
MASTA adalah
ajang bagaimana IMM khususnya PK IMM STKIP Muhammadiyah Bogor mampu
memperlihatkan dan memperkenalkan jati diri sebagai seorang yang terdidik,
mampu mendidik dan menghasilkan didikan-didikan yang tidak hanya hebat dari
luar tapi juga luar biasa dari dalam, IPTEK dan IMTAQ yang seimbang menjadi
modal utama yang harus menjadi focus kajian. Mencetak
akademisi-akademisi islam yang berwawasan luas, sehingga setelah nanti berlanjut
pada jenjang perkaderan selanjutnya akan semakin memberikan kontribusinya untuk
persyarikatan dan pada akhirnya outcome
yang dihasilkan IMM ketika terjun dimasyarakat akan senantiasa ‘siap’ dan mampu
menjadi sang pencerah yang mampu mencerahkan.
Mungkin kita
hanya mengenal darul arqam dan jenjang perkaderan lainnya, sehingga MASTA tidak
terlalu mempunyai peran penting dalam sebuah pergerakan persyarikatan, tapi
sangat disayangkan jika MASTA hanya menjadi ajang seremonial dan ‘pelengkap’
aturan perguruan tinggi muhammadiyah seluruh Indonesia dalam menyambut para
mahasiswa baru sekalipun namanya adalah Ta’aruf (perkenalan). Disinilah
waktunya IMM tampil sebagai penggerak perubahan, tri kompetensi yang senantiasa
digaungkan oleh IMM harus mampu masuk dan dikenal oleh seluruh lapisan
mahasiswa terlebih mahasiswa dalam perguruan muhammadiyah.  Menjadi dakwah yang luar biasa lewat
perbuatan ‘Dakwah Amar Ma’ruf Nahi
Mungkar’
serta mampu berlomba-lomba dalam kebaikan dunia dan akhirat.
Abdurrahman ‘Ar-rasya’

Ketua
Bidang Media PK IMM STKIPM BOGOR