Adab Berdiskusi

Membaca
beberapa postingan tentang peristiwa siram air minum yang dilakukan
oleh Jubir FPI Munarman, S.H. kepada Prof. Thamrin Amal Tamagola yang
dimuat di salah satu Media Swasta, maka kiranya kita sebagai sesama
ummat Islam dapat mengambil Ibroh –agar kita tidak mengalamai hal yang
sama– terutama dalam kaitannya dengan adab kita dalam “Berdiskusi”.

Adab Berdiskusi :

1. Ucapan Bermanfaat
Dalam kamus seorang Muslim, hanya ada dua pilihan ketika hendak
bercakap dengan orang lain. Mengucapkan sesuatu yang baik atau memilih
diam. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (SAW) bersabda, “Barang
siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari Pembalasan hendaknya ia
berkata yang baik atau memilih diam.” (Riwayat al-Bukhari).

2. Bernilai Sedekah
“Setiap tulang itu memiliki kewajiban bersedekah setiap hari. Di
antaranya, memberikan boncengan kepada orang lain di atas kendaraannya,
membantu mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya, atau
sepotong kalimat yang diucapkan dengan baik dan santun.” (Riwayat
al-Bukhari).

3. Menjauhi Pembicaraan Sia-Sia
Sebaiknya
menghindari pembicaraan berujung kepada kesia-siaan dan dosa semata.
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh jaraknya
dariku pada hari Kiamat adalah para penceloteh lagi banyak bicara.”
(Riwayat at-Tirmidzi) .

4. Tidak Terperangkap Ghibah
“…Dan
janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah
ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah
Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (al-Hujurat [49]: 12).

5. Tidak Mengadu Domba
Hudzaifah Radhiyallahu anhu (RA) meriwayatkan, saya mendengar
Rasulullah SAW bersabda, “Tak akan masuk surga orang yang suka mengadu
domba.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

6. Tidak Berbohong
“Sesungguhnya kejujuran itu mendatangkan kebaikan, dan kebaikan itu
akan berujung kepada surga. Dan orang yang senantiasa berbuat jujur
niscaya tercatat sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan itu
mendatangkan kejelekan, dan kejelekan itu hanya berujung kepada neraka.
Dan orang yang suka berbohong niscaya tercatat di sisi Allah sebagai
seorang pendusta.” (Riwayat al-Bukhari).

7. Menghindari Perdebatan
Sedapat mungkin menjauhi perdebatan dengan lawan bicara. Meskipun boleh
jadi kita berada di pihak yang benar. Sebab Rasulullah SAW telah
menjamin sebuah istana di surga bagi mereka yang mampu menahan diri.
“Aku menjamin sebuah istana di halaman surga bagi mereka yang
meninggalkan perdebatan meskipun ia berhak untuk itu.” (Riwayat Abu
Daud, dishahihkan oleh al-Albani).

8. Tak Memotong Pembicaraan
Suatu hari seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah SAW, ia
langsung memotong pembicaraan beliau dan bertanya tentang hari Kiamat.
Namun Rasulullah tetap melanjutkan hingga selesai pembicaraannya.
Setelah itu baru beliau mencari si penanya tadi. (Riwayat al-Bukhari)

9. Hindari Mengolok dan Memanggil dengan Gelar yang buruk
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok
kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) itu
lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) . Dan jangan pula
perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan yang lain. Karena boleh
jadi perempuan (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari perempuan (yang
mengolok-olok) itu. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain. Dan
janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah
beriman. Dan barang siapa yang tak bertobat maka mereka itulah
orang-orang yang zalim.” (al-Hujurat [49]: 11).

oleh : Afnan H. Kusumo ( Anggota DPD RI )