Siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung Belajar Tentukan Arah Kiblat

Sangpencerah.id – Ratusan siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya tak berkedip saat mendengarkan penjelasan Gandung Fajar Panjalu, dosen Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Surabaya tentang tata cara menentukan arah kiblat dan astronomi di Masjid Al-Akbar, Selasa (5/6).

Fajar, sapaan akrabnya memberikan penjelasan kepada ratusan siswa dengan cara yang menyenangkan dan dibumbui candaan.

Kegiatan itu digelar saat sekolah menggelar Pondok Romadhon.

“Acara pondok Romadhon ini dapat terselenggara berkat kerjasama antara SD Muhammadiyah 6 Gadung, FAI Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan Masjid Al-Akbar,” kata Munahar, kepala sekolah Muhammadiyah 6 Gadung.

Setelah Fajar selesai memberikan materi, Ia mengintruksikan kepada siswa untuk membentuk kelompok. Mereka pun bergegas membentuk kelompok. Selanjutnya, mereka langsung mempraktekan teori yang sudah dijelaskan mengenai tata cara menentukan arah kiblat dan astronomi di halaman masjid Al-Akbar.

Selang beberapa menit, Para mahasiswa pendamping beserta murid keluar dari masjid dan berpencar di beberapa tempat sekitaran masjid Al-Akbar. Praktek menetukan kiblat pun dimulai.

Mahasiswa pun mengeluarkan peralatan yang digunakan sebagai penunjuk arah kiblat yakni, benang wol, busur, alat tulis dan kompas lalu membeberkan caranya kepada para siswa. Para siswa terlihat antusias menyimak dan mendengarkan penjelasan para mahasiswa.

Setelah penjelasan dirasa cukup dipahami, saatnya para siswa mempraktekannya sendiri. Mereka bekerjasama terlihat bekerjasa dalam mempraktekannya. Ada yang bertugas mencari arah mata angin, dan ada pula yang mencatat arah kiblatnya.

“Setelah ketemu arah mata anginnya, dari titik 0° dari arah barat ditarik 23.5° ke arah utara untuk menentukan kiblatnya,” celetuk salah satu mahasiswa mengingatkan para murid.

Selain memberikan pengetahuan tentang tata cara menentukan kiblat, para dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan pengetahuan tata cara menentukan awal bulan dan games edukasi.

“Acara edukasi ini kami kemas secara fun, agar materi dapat diterima dengan mudah oleh para murid dengan menyisipkan games astronomi,” kata Gandung Fajar Panjalu selaku dosen Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Salah satu games seperti, ular tangga astronomi dan kacamata filter matahari menarik perhatian para siswa. Mereka berebut demi mendapatkan giliran bermain. Canda tawa pun terdengar riuh saat salah satu siswa salah menyebutkan nama planet.

Selain itu celetukan khas anak-anak saat bermain kacamata filter matahari membuat Fajar tertawa terbahak-bahak.

“Pak, matahari bentuknya kok kayak telur,” kata salah satu siswa.

Siswa SD Muhammadiyah Gadung 6 Surabaya bernama Muhammad Haniffaiz mengungkapkan bahwa dirinya senang bisa melihat matahari. “Senang bisa lihat bentuk dari matahari, langitnya juga hitam seperti di luar angkasa,” ucapnya.

Munahar mengatakan, acara ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada siswa dan siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya tentang pengetahuan astronomi. Mengingat ilmu sains dan ilmu agama islam saling berkesinambungan, seperti contohnya menentukan arah kiblat dan awal bulan.

“Ini adalah sesuatu yang baru dan perlu untu dipelajari, karena ilmu astronomi berkaitan dengan ibadah kita. Anak anak harus mengenal tahapan itu (menentukan kiblat) agar sah sholatnya,” ujarnya.

Ia berharap agar para siswanya kedepan bisa tertarik dan mendalami ilmu astronomi. “Semoga anak-anak kelak menjadi pakar astronomi” pungkasnya.(surya.or.id)