Muhammadiyah Kalbar Akan Bentuk Media Dakwah Digital

Sangpencerah.id – Di sela-sela pembukaan Pengajian Pimpinan, Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalimantan Barat di auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jum’at (1/06/2018).

Ketua PW Muhammadiyah Dr Pabali Musa berkeinginan kedepanya Muhammadiyah Kalbar memiliki sebuah saluran media dakwah, untuk mendukung dakwah Muhammadiyah di Kalimantan Barat.

“Saat ini Muhammadiyah sudah ada web tapi sifatnya masih ke organisasional belum khusus kepada ini (Dakwah). Kedepanya Insyaallah akan dibuat beberapa siaran dakwah, tapi memang saat ini l masih kita format,” Ujarnya.

Mantan Wakil Bupati Kab Sambas itu juga menambahkan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah tentu mengharapkan output yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, salah satunya adalah pembentukan Korps Mubaligh Muhammadiyah.

“Upaya yang dilakukan pw Muhammadiyah pertama adalah konsultasi, dengan output kegiatan pembentukan Korps Mubaligh Muhamadiyah, nanti baru dibekali para mubaligh iti bukan hanya dakwah konvensional tapi juga dakwah via media di era digital,” Sambung mantan Wakil Bupati Sambas tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah tersebut di rencanakan berlangsung selama dua hari. Dimulai dari pembukaan pengajian pimpinan dan buka puasa bersama warga Muhammadiyah se-Kalimantan Barat.

Lalu dilanjutkan dengan pengajian pimpinan yang diikuti oleh pimpinan Muhammadiyah di tingkat daerah (PDM). Dr Pabali menjelaskan bahwa Inti dari kegiatan tersebut adalah sesuai dengan tema yang di usung, yaitu meneguhkan zat-zat berkeadaban dan konsolidasi untuk penguatan cabang dan ranting.

Namun era digital tentu saja memiliki tantangan masing-masing bagi setiap yang berhadapan dengannya. Salah satunya menurut Dr Pabali yang juga Akademisi di Untan itu adalah memerangi berita-berita bohong (Hoax) dan juga fitnah yang berseliweran di media sosial.

“Tantangannya pertama bagaimana kita memi break down berbagai kebijakan yang terekspos dengan media digital, kedua terus mengimbangi berbagai informasi yang mengarah ke fitnah menjelekkan. Dengan mengarahkan lebih kepada dakwah dan moral itulah yang dimaksudkan, dengan demikian diharapkan taqwa di abad digital ini bagaimana kita menggunakan fasilitas modern ini untuk mengajak pada ketaqwaan kepada kemanusiaan dan kebaikan,” pungkasnya.(tribun)