20 Tahun Reformasi, Amien Rais Tak Tergoda Kekuasaan

Sangpencerah.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melemparkan pujian kepada Amien Rais lantaran peran pentingnya dalam pergerakan reformasi 1998. Fahri mengaku kagum terhadap Amien karena tidak tergoda kekuasaan, meski mati-matian memperjuangkan lahirnya reformasi.

“Yang luar biasa, Pak Amien tidak tergoda. Sepanjang yang saya tahu, bagaimana Pak Amien tidak tergoda oleh kekuasaan,” ujar Fahri dalam acara ’20 Tahun Refleksi Reformasi’ di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Padahal, menurut Fahri, Amien bisa saja dengan mudahnya waktu itu menjadi penguasa pasca-Soeharto lengser. Namun, dia dengan lapang dada menerima BJ Habibie sebagai Presiden RI.

Amien, yang saat itu menjabat Ketua MPR, kata Fahri, memilih menjaga mesin demokrasi yang diperjuangkan lewat gerakan reformasi.

“Pak Amien punya pandangan, ini mesinnya harus dijaga. Bahkan beliau bikin konferensi pers setelah Pak Habibie (jadi presiden). ‘Pak Habibie, sekarang Anda jadi presiden, sekarang kita bertinju. Saya adalah mitra tinju Anda untuk menjaga amanat reformasi yang diberikan oleh mahasiswa kepada kita,'” cerita Fahri.

Fahri mengatakan harapan Amien untuk menjadi penguasa sebenarnya tidak pernah benar-benar mati. Dia kemudian mengungkit kisah kemenangan Mahathir Mohamad di pemilu Malaysia pada usia 92 tahun.

Menurut Fahri, Amien punya kesempatan yang sama seperti Mahathir. Dia pun membandingkan usia Amien dengan Mahathir. Amien saat ini ‘baru’ berusia 74 tahun.

“Saya kadang-kadang berpikir setelah Pak Mahathir jadi perdana menteri, kan umur 92 tahun. Saya kira Pak Amien masih kurang 20 tahun lagi,” sebutnya.

“Karena yang mengerti desain dari reformasi kita ini, desain dari demokrasi kita ini adalah Pak Amien. Dia pikirkan dari awal sebagai ahli politik, lalu dia lihat kondisi yang terjadi, terjadilah amendemen, beliau yang memimpin MPR pada waktu itu. Mesin demokrasi kita tersedia,” tutur Fahri.(detik)