Rektor Universitas Muhammadiyah Ini Jadi Penceramah Isra Mi’raj di Istana Negara

Sangpencerah.id – Tokoh Islam dari Bumi Lambung Mangkurat dipercaya pemerintah pusat menjadi penceramah dalam peringatan Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Istana Negara, Selasa (10/4) sore ini.

Dia adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Prof DR H Ahmad Khairuddin.  Tak pernah terbersit dalam pikiran mantan Ketua PW Muhammadiyah Kalsel bakal mendapat kehormatan tersebut. Secara mengejutkan, dia mendapat surat dari Kementerian Agama RI agar ceramah di acara Isra dan Miraj tingkat kenegaraan.

Dalam surat yang dikirim Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia dengan nomor 1839/.Dt.III.III/MH.01/04/2018 tertanggal 4 April 2018, disebutkan bahwa acara tersebut dihadiri Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara, Iriana Joko Widodo. Selain itu, pada kegiatan tersebut juga ada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla beserta Mufidah Jusuf Kalla.

Kemudian para Pimpinan Lembaga Negara, para Duta Besar dan Kepala Perwakilan Asing beragama Islam, para Menteri Kabinet Kerja setingkat dan Wantimpres. Bahkan ada pula Staf Khusus Presiden, para pejabat di lingkungan Sekretariat Negara, Ombudsman dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Begitupun ada juga Kepala Staf Angkatan, Forkopimda Provinsi DKI Jakarta, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, para pejabat dan pegawai Kementerian Agama RI, tokoh masyarakat Islam dan kaum muslimin di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Ditemui di Kampus FKIK UM Banjarmasin, Prof Khairuddin mengatakan hal ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan tersendiri bagi dirinya sebagai putra Banua. Dimana ia diberikan kepercayaan untuk memenuhi permintaan sebagai penceramah pada acara di tingkat kenegaraan tersebut.

Bagi institusi UM Banjarmasin yang dipimpinnya, ini tentu sebuah kesempatan untuk menjadikannya lebih dikenal di kancah nasional. “Ini kesempatan, kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami selaku pimpinan UM Banjarmasin dan juga sebagai putra daerah Kal-Sel. Kami bersyukur kepada Allah, dan juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenag RI atas kepercayaan yang diberikan,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, UM Banjarmasin merupakan universitas yang baru di Kalimantan Selatan dan Prof Khairuddin merupakan rektor pertama.

Saat ini UM Banjarmasin sangat konsen dalam pembangunan infrastruktur sarana prasarana dan sumber daya manusia.

Rencananya pula, pada 5 Mei 2018 mendatang pembangunan kampus utama UM Banjarmasin yang memiliki konsep Floating Campus akan diresmikan. Di saat yang sama, akan dilaksanakan peletakan batu pertama Gedung UM Banjarmasin Convention Center (UMBCC) yang terdiri dari tiga lantai.

Selain itu sekaligus pula peletakan batu pertama mesjid dan Markas Li Tahfizil Quran Wa Sunnah. Bahkan, saat ini UM Banjarmasin Memiliki lima Fakultas dan satu program pascasarjana.(tb)