Muhammadiyah Taiwan Tetapkan Awal Puasa dan Lebaran 2018

Sangpencerah.id – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan melalui maklumat nomor 01/MLM/A-2/C/2018 menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah untuk tahun 1439 Hijriah atau 2018 Masehi. Ketetapan ini dikeluarkan setelah PCIM Taiwan melakukan penghitungan menggunakan metode Hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Walaupun PP Muhammadiyah sebenarnya juga sudah mengeluarkan maklumat tentang penetapan awal Ramadhan, syawal dan zulhijjah, namun PCIM Taiwan memandang perlu untuk dikeluarkan maklumat sendiri mengingat ada perbedaan wilayah hukum (wilayatul hukmi) antara Indonesia dengan Taiwan.

Dalam hisab ini, PCIM Taiwan mengambil markaz atau lokasi penghitungan (hisab) di Kota Taipei, Taiwan dengan koordinat: lintang (ϕ) = 25˚04’31” dan bujur (λ) = 121˚33’41”. Sedangkan hisab hakiki yang dipakai oleh Muhammadiyah Taiwan adalah metode hisab yang berpatokan pada gerak benda langit, khususnya Matahari dan Bulan faktual (sebenarnya). Gerak dan posisi Bulann dalam metode ini dihitung secara cermat dan akurat untuk mendapatkan gerak dan posisi Bulan yang sebenarnya dan setepat-tepatnya sebagaimanya realitanya. Adapun wujudul hilal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pada saat Matahari terbenam, Bulan belum terbenam pada periode sinodis Bulan terhadap Bumi, dengan Bulan belum terbenam setalah Matahari terbenam pasca peristiwa konjungsi, seberapapun tingginya Bulan di atas ufuk atau bernilai positif mengindikasikan bahwa Bulan telah memulai periode sinodis yang baru.

Untuk menetapkan tanggal 1 bulan baru komariah dalam konsep hisab hakiki wujudul hilal, maka harus memenuhi tiga kriteria secara kumulatif, yaitu:(1) sudah terjadi ijtimak (konjungsi) antara Bulan dan Matahari, (2) ijtimak terjadi sebelum terbenam Matahari, dan (3) ketika Matahari terbenam, Bulan belum terbenam atau Bulan masih berada di atas ufuk. Data-data yang digunakan menggunakan aplikasi Accurate Time versi 5.3.9 karya Mohammad Odeh, ICOP. Momen ijtimak (konjungsi) menggunakan data geosentrik sedangkan Matahari terbenam dan Bulan terbenam menggunakan data toposentrik.

Hasil hisab PCIM Taiwan menyebutkan bahwa Ijtimak geosentrik jelang Ramadhan 1439 H terjadi pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018 pukul 19:47:44 (UT+8). Perhitungan waktu terjadi ijtimak geosentrik dimaksudkan untuk menunjukkan  momen ijtimak yang sama pada seluruh wilayah di muka Bumi, sedangkan untuk data Matahari dan Bulan terbenam menggunakan data lokal atau data toposentrik sesuai wilayah. Untuk Taipei, pada Selasa 15 Mei 2018 Matahari terbenam pukul 18.31:40 (UT+8) sedangkan Bulan terbenam pukul 18:18:25 (UT+8) atau dengan kata lain, Bulan terbenam sebelum Matahari terbenam.

Berdasarkan hisab hakiki kriteria wujudul hilal dan data astronomis diatas, dimana kriteria (2) dan (3) hisab hakiki wujudul hilal belum terpebuhi, maka pasca magrib pada tanggal 15 Mei 2018 M belum memasuki awal Ramadhan 1439H, dan awal Ramadhan 1439 H baru masuk pasca magrib tanggal 16 Mei 2018 M atau 1 Ramadhan 1439 H bertepatan dengan 17 Mei 2018 M.

Sedangkan untuk hasil hisab awal syawal menyebutkan bahwa Ijtimak geosentrik jelang Syawal 1439 H terjadi pada hari Kamis tanggal 14 Juni 2018 pukul 03:43:12 (UT+8). Matahari terbenam pukul 18:45:18 (UT+8) atau  15 jam 02 menit setelah konjungsi geosentris, sedangkan Bulan terbenam pukul 19:13:38 (UT+8) atau 29 menit setelah Matahari terbenam, dengan kata lain Bulan terbenam stelah Matahari terbenam, dan Bulan positif atau berada di atas ufuk saat Matahari terbenam.

Berdasarkan hisab hakiki kriteria wujudul hilal dan data astronomis diatas, dimana ketiga kriteria telah terpenuhi maka pasca magrib pada tanggal 14 Juni 2018 M sudah memasuki awal Syawal 1439H,  atau 1 Syawal 1439 H bertepatan dengan 15 Juni 2018. Dan hasil hisab untuk awal dzulhijjah adalah Ijtimak geosentrik jelang Zulhijjah 1439 H terjadi pada hari Rabu tanggal 11 Agustus 2018 pukul 17:57:48 (UT+8). Matahari terbenam pukul 18:32:47 (UT+8) atau  35menit 59 detik setelah konjungsi geosentris, sedangkan Bulan terbenam pukul 18:33:12 (UT+8) atau selisih 25 detik setelah Matahari terbenam, dengan selisih hanya 25 detik belum berarti saat Matahari terbenam posisi Bulan hampir bersamaan, dan tidak menunjukkan Bulan dalam kondisi positif atau diatas ufuk.  

Berdasarkan hisab hakiki kriteria wujudul hilal dan data astronomis diatas, dimana kriteria ke-3 belum terpenuhi maka pasca magrib pada tanggal 11 Agustus 2018 M belum memasuki awal Zulhijjah 1439 H, dan pasca magrib pada tanggal 12 Agustus 2018 m baru memasuki awal Zulhijjah 1439 H,  atau 1 Zulhijjah 1439 H bertepatan dengan 13 Agustus 2018, dan hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijjah 1439 H bertepatan dengan 22 Agustus 2018 M.

Dari semua penghitungan yang dilakukan, maka PCIM Taiwan menetapkan bahwa muslim di Taiwan akan memulai puasa Ramadhan (1 ramadhan) pada hari kamis tanggal 17 Mei 2018 dan berlebaran pada hari jumat tanggal 15 Juni 2018, serta merayakan lebaran haji (idul adha) pada hari rabu tanggal 22 agustus 2018.

Dengan keluarnya maklumat dari PCIM Taiwan ini, harapannya warga, kader, serta simpatisan Muhammadiyah yang berdomisili di Taiwan memiliki panduan untuk memulai melakukan ritual ibadah Ramadhan tahun ini dan bisa menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut Ramadhan dengan lebih baik lagi. (Andi)