Mayoritas Netizen Muhammadiyah Ingin Proses Hukum Sukmawati Dilanjutkan

Snagpencerah – Puisi Sukmawati yang menyinggung Islam mendapat banyak respon dari berbagai kalangan, beberapa pihak pun telah resmi melaporkan Sukmawati ke Kepolisiaan atas dugaan penistaan agama.

Pada hari Rabu (4/4) Sukmawati menyelenggarakan jumpa pers, untuk meminta maaf atas ketersinggungan yang muncul akibat puisinya dilanjutkan menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta maaf.

Ketua Majelis Ulama Indonesia menghimbau agar ummat islam memaafkan Sukmawati dan menarik laporan di kepolisian sementara sebagian kalangan tetap ingin melanjutkan proses pelaporan di polisi.

Sangpencerah menggelar polling atau jajak pendapat selama satu hari terhadap warga Muhammadiyah khsususnya follower Sang Pencerah  untuk mengetahui bagaimana pendapat mereka terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati.

Polling yang diikuti oleh 12.634 responden hasilnya 90 persen menginginkan agar proses hukum terhadap Sukmawati tetap diteruskan dan 10 persen menginginkan agar proses hukum dihentikan.

Selain hasil polling tersebut beragam komentar dari netizen antara lain

Dimaafkan saja karena ummat islam diajarkan agamanya betapa besarnya pahala memaafkan, hentikan hujatan dan cemoohan yg sama sekali jauh dari adab dan ahlaq agama ini.
Tapi… proses hukum harus dijalankan agar keadilan ditegakkan di NKRI untuk semua orang tanpa terkecuali dan menjadi pelajaran bagi siapapun agar bisa menjaga lisannya.
     ( Ramsul Ihsan)

Hasil Polling ini menggambarkan suara akar rumput ummat islam dan khususnya warga Muhammadiyah sebagian besar menginginkan agar proses hukum terhadap Sukmawati tetap dilanjutkan sebagai konsekuensi bahwa Indonesia adalah negara hukum meskipun permohonan maaf terhadap Sukmawati tetap diterima.(redaksi/AR)