Pendidik Muhammadiyah Tidak Boleh Kagetan, Wedinan dan Gumunan

Sangpencerah.id – Koordinator Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Masrukhi, M. Pd, mengatakan bahwa pengelola pendidikan di Muhammadiyah tidak boleh kagetan, wedinan dan gumunan. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan acara Pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah, Sabtu (3/3) di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Menurut Masrukhi, yang juga Rektor Unimus,dalam sambutannya menyampaikan bahwa era pendidikan saat ini sudah masuk pada era penuh tantangan, tidak seperti 15 tahun yang lalu. Sekarang ini orang sudah masuk pada era disrupsi yang disebabkan pengaruh besar teknologi.Sekolah-sekolah mapan yang ada saat ini akan tergangguoleh perkembangan teknologi informasi.Guru-gurujuga bisa mengalami disrupsi bila melihat siswanya lebih pintar karena sudah terbiasa belajar dari internet.

Oleh karena itu, Masrukhi berharap agar Muhammadiyah merapatkan barisan. Amal usaha Muhammadiyah harus digerakkan dari, untuk dan oleh Muhammadiyah. Pendidikan Muhammadiyah harus memunculkancentre of excellence. Di Tahun 2018, harus ada sekolah yang diproyeksikan menjadi sekolah unggulan, yaitu unggul dalam output, sarana prasarana dan guru.

Namun, Masrukhi menambahkan bahwa kaidah pengelolaan sekolah Muhammadiyah juga harus tetap ditaati. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah tidak akan mengakui jika kepala sekolah Muhammadiyah ada yang tidak sesuai dengan kaidah. Misalnya problem seretnya UIS (Uang Infaq Siswa) dan UIG (Uang Infaq Guru), masalah pergantian Kepala Sekolah pada sekolah-sekolah Muhammadiyah yang besar tidak boleh berlarut-larut. Problematika tersebut harus dijaga denganpenerapan kaidah pengelolaan Sekolah Muhammadiyah sebagai Standar Operational Prosedur pelaksanaan pengelolaan sekolah Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah, Dr. H. Iwan Djunaedi, menyampaikan bahwa kegiatan rakerwil tersebut bertujuan untuk mensinkronisasi program antara Majelis Dikdasmen PWM dengan Majelis Dikdasmen PDM dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Selain itu, Majelis Dikdasmen PWM Jateng ingin mengoptimalkan Iuran Infaq Siswa dalam pembiayaan-pembiayaan program kegiatan Majelis Dikdasmen, serta penguatan ISMUBA (Ke-Islaman, Ke-Muhammadiyahan, Bahasa Arab) pada kurikulum 2013 yang wajib dilaksanakan dan berstandar nasional, beserta tata kelola dan pelatihannya, serta pengelolaan majelis dan tata kelolanya dengan Amal Usaha.

Rakerwil sendiri diikuti oleh kurang lebih 105 peserta dari Pimpinan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Se-Jawa Tengah.(pwmjateng.com)