Urusi Materi Khutbah, Bawaslu Sebaiknya Fokus Saja Menunaikan Mandatnya

Sangpencerah.id – Seperti diwartakan media bahwa Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) punya ide akan menyusun materi khutbah Jum’at menjelang pilkada. Alasannya agar mencegah hal yang dialami saat pilkada DKI Jakarta 2017.

(https://pilkada.tempo.co/read/1058817/bawaslu-susun-materi-khotbah-menjelang-masa-kampanye-pilkada-2018)

“Ide itu sangat menggelikan. Mandat Bawaslu itu mengawasi hajatan politik. Tapi kok punya syahwat mengurusi kurikulum khutbah Jum’at segala? Apakah Bawaslu punya kompetensi soal materi khutbah Jum’at? Bawaslu itu tidak punya mandat “mengawasi” mimbar Jum’at. Bawaslu “kebesaran baju”, ujar Maneger Nasution, mantan Komisioner Komnas HAM RI 2012-2017.

Untuk itu Bawaslu harus menjelaskan soal ini ke publik. Sehingga tidak berkembang pergunjingan di publik: jangan-jangan ada kelompok politik tertentu yang sedang menggunakan tangan Bawaslu dengan “ide” yang menggelikan itu? Hanya Tuhan dan Bawaslu sendiri yang tahu. Tentu saja publik berharap hal itu tidak benar.

Manager menambahkan, Bawaslu fokus saja menunaikan mandatnya menjadi wasit pemilukada yang profesional, imparsial, dan berkeadilan. Bawaslu harus memastikan bahwa KPU/KPUD menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilu/Pemilukada secara profesional dan independen.

“Pastikan KPU/KPUD memfasilitasi seluruh warga negara menggunakan hak-hak konstitusionalnya. Pastikan netralitas ASN dan TNI/Polri. Pastikan tidak ada money politic dan ujaran kebencian. Dan tunjukkan keberanian untuk mengeluarkan kartu kuning, kalau perlu kartu merah, terhadap siapa pun pemain dan penyelenggara Pilkada yang melakukan pelanggaran. Kalau Bawaslu sudah mampu menunaikan mandat itu, bangsa ini sudah sangat berterima kasih”, tutupnya.(sp/red)