Rektor UMP : Mahasiswa Harus Tetap Kritis dan Akademis

3227

Sangpencerah.id – Mahasiswa selama ini sering dianggap sebagai salah satu agen yang membawa perubahan (agent of change) bagi kehidupan masyarakat. Akan tetapi, pengaruh pergerakan mahasiswa dalam memberi stimulus perubahan sosial di Indonesia tampaknya mulai berkurang efektivitasnya dewasa ini. Mahasiswa diminta tetap harus kritis dan akademis.

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. H Syamsuhadi M.H, dalam pembukaan Darul Arqom Madya (DAM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas mengungkapkan bahwa ada penurunan pengaruh pergerakan mahasiswa di tengah-tengah masyarakat saat ini.

“Hari ini bangsa kita kehilangan anak-anak muda untuk menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran. Saya tidak tahu, apa yang salah. Apakah ini dampak dari era globalisasi yang tidak bisa di adaptasikan secara cepat pada gerakan mahasiswa,” kata Rektor saat memberikan sambutan di Aula AK Ansori UMP, Selasa sore.

Rektor mengungkapkan data kondisi minat baca Buku bangsa Indonesia cukup memprihatinkan. Berdasarkan Riset “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Tahun 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Data ini mungkin menjadi salah satu bukti, mengapa gerakan mahasiswa hari ini mengalami kemunduran, yaitu lemahnya gerakan mahasiswa pada budaya literasi atau membaca,” katanya.

Keprihatinan mendalam, lanjut rektor, ketika generasi Aktivis Milenial menyuarakan keberpihakan cukup dengan status di sosial media tanpa harus melakukan gerakan nyata.

“Inilah dampak negatif di era digital yang terbuka. Saya harapkan IMM sebagai salah satu bagian dari Angkatan Muda Muhammadiyah, memiliki posisi yang paling strategis menjadi individu yang akademis dan berkarakter paripurna bisa mengembalikan tradisi keilmuan yang berbasis Buku dengan tradisi diskusi dari teks menjadi aksi nyata,” ungkapnya.

Rektor berharap, IMM bisa mengambil inti perjuangan dari seruan ayat Al-Qur’an. “IMM harus slalu berada di depan dalam pembelaan kaum Mustadhafin, kaum yang tertindas, dan menjadi santri profetik yang membumi di masyarakat,” pungkasnya. (sp/tgr)