Pemuda Muhammadiyah Ciseeng Deklarasi Gerakan Tolak Politik Uang di Pedesaa

2948

Sangpencerah.id – Pemuda Muhammadiyah Cabang Ciseeng mendeklarasikan sebuah gerakan untuk merespon segala bentuk pelanggaran dalam Pilkada serentak, yang akan dihelat pada tahun ini.

Deklarasi Gerakan Tolak Politik Uang di Pedesaan dilakukan pada Ahad (21/1) bertempat di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo, Jampang, Bogor. Gerakan ini dilakukan, melihat tingginya Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di pedesaan yang semakin meresahkan.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Ciseeng, Ahmad Suraji, ada beberapa poin penting yang disampaikan. Diantaranya bahwa politik uang dianggap merusak tatanan demokrasi dan merugikan umat, bangsa, dan negara.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah Ciseeng juga akan mengajak seluruh elemen masyarakat di pedesaan, untuk melawan dan melaporkan tindakan politik uang yang terjadi di pedesaan.

“Kita akan merangkul seluruh elemen masyarakat agar gerakan ini bisa berjalan maksimal. Kita juga tidak akan segan-segan untuk melawan dan melaporkan para pelaku politik uang kepada pihak yang berwenang,” ujar Aji.


Aji melanjutkan, dirinya bersama seluruh pengurus dan anggota akan melakukan konsolidasi agar gerakan ini dapat disambut oleh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah yang memilik basis masa di Pedesaan. Tujuannya agar tercipta Pemilu yang bersih dan mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang lebih baik lagi.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan mobilisasi dan konsolidasikan gerakan ini kepada pihak-pihak yang bisa diajak kerjasama, baik Ortom Muhammadiyah, juga OKP-OKP lain,” terang Aji.

Deklarasi tersebut bersamaan dengan diselenggarakannya pengajian bulanan Pemuda Muhammadiyah Ciseeng dengan tema “Politik Uang Dalam Perspektif Islam”. Hadir K.H Endang Mintarja, MA, yang merupakan Dewan Mudir MBS Ki Bagus Hadikusumo, juga Dosen di STIE Ahmad Dahlan Jakarta.(sp/red)