Masta IMM Universitas Muhammadiyah Purworejo

sangpencerah.id – Dalam rangka memperkenalkan dan saling mengenal antar mahasiswa baru bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Purworejo, IMM UMP selengarakan rangkaian Masa Ta`aruf (MASTA) IMM UMP sehari bersama untuk mengenal sesama. Agenda ini dilaksanakan di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo Disampaikan Siti Nur Chasanah Ketua Panitia menyampaikan bahwasanya masa ta`aruf merupakan ajang saling mengenal antar mahasiswa baru dan organisasi mahasiswa ini.

“Untuk ajang masa ini kami memilih tema Tak Kenal Maka Ta`aruf-Menyatu dalam Sebuah Ikatan. Hal ini diharapkan agar semua kawan-kawan benar-benar mengenal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah baik dari luar maupun dari dalam. Kemudian setelah mengenal bisa bergabung bersama kami untuk berorganisasi bersama. Belajar bersama-sama, belajar memanajemen waktu dan belajar banyak hal lainnya,”ungkapnya dalam sambutan pembukaan masa ta`aruf.

Dalam forum masa ta`aruf ini dirangkai dalam beberapa rangkaian acara seperti penyampaian materi Ke-Islaman Kemuhammadiyahan sekaligus keorganisasian IMM, Motivasi Gerakan Mahasiswa, Treatikal Demonstrasi Mahasiswa, Performance Akustik Band, Performance Orasi Pemuda oleh kader, Apresiasi Puisi, Dinamika Kelompok dan pendukung lainnya.

Pada pemaparan materi pertama terkait keorganisasian IMM oleh Makhrus Ahmadi, S.E., M.Pd.I.Alumuni IMM sekaligus dosen UM Purwokerto disampaikan mengenai mahasiswa-gerakannya-masa depan, sejarah organisasi, sejarah, maksud dan tujuan berdirinya IMM, posisi dan trilogi IMM, perkaderan formal-khusus IMM, piramida kader, pola kepemimpinan IMM dan masih banyak lagi.

“Kalau bicara IMM pasti akan bicara tentang mahasiswa dan gerakan mahasiswa. Membahas keduanya kita akan dihadapkan pada bagaimanakah ciri-ciri mahasiswa itu. Seperti apa ?. yakni radikal (maju), universal, sistematis, analitis dan kritis,”ungkapnya mendahului pemaparannya.

Lanjutnya, beliau membedah terkait sejarah dan hal lainnya mengenai organisasi struktur dan kelengkapannya. “Selanjutnya dalam sejarah berdirinya IMM. Wacana pendiriannya telah ada sejak tahun 1930an. Kemudian terkait hal itu diawali dengan wacana dan pendirian perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus mana terus berkembang hingga saat ini mencapai 177 PTM. Dengan maksud dan tujuannya yaitu Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang Berakhlaq Mulia dalam rangka Mencapai Tujuan Muhammadiyah,”paparnya.

Sedangkan dalam penyampaian motivasi yang disambut riuh meriah oleh seluruh peserta Masa Ta`aruf disampaikan dari Eko Prasetyo, SH. Pimpinan Social Movement Institute Yogyakarta. Beliau mengawali dengan mengutip Syairnya Rene De Clera Hanya ada satu negeri yang bisa menjadi Tanah Airku, yaitu negeri yang berkembang karena perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku.

“Sejarah semua perubahan di negeri ini yang menggerakkan mahasiswa. Seluruh politisi hingga pejabat negeri ini kebanyakan berasal dari pendidikan kampus. Pengalaman berorganisasi dan ketrampilan pengelolaan negara ada di mahasiswa. Kepercayaan tinggi dan besar rakyat masih pada mahasiswa sebagai kekuatan pengubah sejarah. Semua dimulai dari ber-Organisasi,”ungkapnya.

Lanjutnya, jelasnya bahwa dunia kini bergolak dan perubahan jadi bagian kehidupan dimana-mana (lihat Mesir, Iran, Amerika Latin)—krisis kepemimpinan. Ekonomi dunia sedang dihantam krisis termasuk kita yang ada disini-rupiah anjlok, harga daging melompat-lompat, kita tergantung impor. Keamanan jadi persoalan yang runyam dan metode lama tak mampu tangani—penembakan atas polisi, LP rusuh, Terorisme merebak.

“Maka, jadikan kampus sebagai taman pengetahuan bukan karnaval kekayaan apalagi pesta hiburan. Perkuat organisasi mahasiswa untuk melatih organisasi, kepedulian dan perumusan cita-cita kebangsaan. Libatkan dirimu dalam persoalan kemanusiaan dengan menulis, bekerja bersama rakyat dan memikul persoalan kemanusiaan. Kau boleh bakar kebun bunga. Tapi kau tidak bisa menghambat datangnya musim semi. musim semi itu kalianlah para mahasiswa, para pemuda,”pungkas Eko Prasetyo.

Seusai pemaparan materi ini selesai dilanjutkan dengan agenda penutupan oleh panitia. Beberapa apresiasi yang baik memuaskan dari mahasiswa dengan pelaksanaan agenda kali ini. “Harapannya Masta kali ini mahasiswa tergerak hatinya untuk belajar dunia softskill. Di kampus ini tidak hanya belajar terkait keilmuannya, tetapi juga memantapkan kemampuan kita, skill kita seperti kerja sama, ber-Organisasi dalam segala hal. Sehingga, ke depan bersama-sama sebagai keluarga UMP IMM bisa ber-Fastabiqulkhairaat (berlomba-lomba dalam kebaikan) untuk mencapai peradaban Indonesia Muhammadiyah menjadi lebih baik serta seluruh mahasiswa dapat bergabung untuk memajukan kabupaten ini,”harap Agus Suparmin Ketua PC IMM Purworejo pasca penutupan masa ta`aruf.

BAGIKAN
Berita sebelumyaSantri Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Galang Donasi Untuk Rohingya
Berita berikutnyaMuhammadiyah Purworejo Gelar Khitanan Massal