Kelompok Intoleran Ancam Bubarkan Daurah Muhammadiyah di Karimunjawa

98

Sangpencerah.id – Ittihadul Ma’ahid Muhammadiyah (ITMAM / Persatuan Pondok Pesantren Muhammadiyah) sejak Senin (4/9) mengadakan Daurah Tahfidzul Qur’an program dua bulan dengan target hafal 30 juz. Sebelumnya Daurah Tahfidzul Qur’an angkatan I – VIII diadakan di Tawangmangu. Untuk Daurah Tahfidzul Qur’an angkatan IX kali ini diadakan di Karimunjawa, Jepara.

“Pembukaan acara Daurah Tahfidzul Qur’an dihadiri oleh Pengurus ITMAM, Khoirul Anwar dari Babinsa KORAMIL Karimunjawa, dan Susilo dari POLSEK Karimunjawa. Peserta daurah berjumlah 47 santri dari berbagai Pondok Pesantren seluruh Indonesia”,ucap Ketua ITMAM, Ustadz Yunus Muhammadi.

Tapi kini ternyata kegiatan Daurah Tahfidzul Qur’an yang diadakan oleh Muhammadiyah ini diancam hendak dibubarkan oleh kelompok tertentu dengan alasan gedung-gedung yang digunakan untuk berkegiatan itu belum memiliki IMB. “Ancaman pembubaran tersebut disampaikan tadi malam Rabu 6 Sepetember 2017, saat bertemu dengan pihak Kecamatan Karimunjawa dan pihak NU. Atas ancaman tersebut, ITMAM diberi tenggang waktu sepekan”, lanjut Ustadz Yunus.

Beberapa bulan yang lalu, Yayasan Bina’ Muwahidin yang berkedudukan di Surabaya menghibahkan beberapa unit bangunan (cikal-bakal pondok pesantren) kepada Muhammadiyah. Oleh Muhammadiyah, optimalisasi dan maksimalisasi atas pemanfaatan fasilitas tersebut dipercayakan kepada ITMAM.

Kehadiran Yayasan Bina’ Muwahidin dengan segala rencana kiprah dakwah Islamnya di Karimunjawa rupanya mendapat respon negatif dari pihak-pihak yang sekarang ini. Mengapa warga menolak kehadiran Yayasan Bina’ Muwahidin ? Karena Yayasan Bina’ Muwahidin dianggap hendak menyebarkan paham wahabi di Karimunjawa. Ketua Yayasan Bina’ Muwahidin telah membantahnya. Maka sebagai penyelesaiannya, Yayasan Bina’ Muwahidin menyerahkan fasilitas tersebut kepada Muhammadiyah, agar tak terbengkelai.

Atas ancaman tersebut, pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara sedang melakukan pendekatan-pendekatan ke berbagai pihak. Pak Asep selaku wakil dari PDM Jepara meminta kepada seluruh warga Muhammadiyah dan penyelenggara Daurah tetap tenang menjalankan kegiatan seperti bisa. Ustadz Yunus Muhammadi memohon doa kepada seluruh warga Muhammadiyah agar tetap tenang, jernih, dan elegan dalam menyikapi perkara ini.(sp/red)