3 Tahun Berturut, SMK Muhammadiyah Randublatung Juara I Karnaval

Pelajar SMK Muhammadiyah Randublatung dalam karnaval (Foto : Arys E S)

SangPencerah.id– Berada di Blora selatan yang cukup jauh dari pusat kabupaten tak menyurutkan langkah keluarga SMK Muhammadiyah Randublatung untuk terus berprestasi.  Salah satunya melalui kompetisi karnaval yang diselenggarakan setiap tahun untuk memeriahkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Marching Band SMK Muhammadiyah Randublatung (foto : Dokumentasi SMK Muhammadiyah Randublatung)

Ya, sejak Tahun 2015 hingga 2017 ini tim SMK Muhammadiyah Randublatung  selalu meraih juara I lomba karnaval.  Keberhasilan ini tak lepas dari perjuangan guru-guru dan murid-murid dari sekolah Muhammadiyah di Kota Jati ini. “Alhamdulillah perjuangan kami tak sia-sia, tiga tahun berturut-turut kami berhasil mempertahankan juara I lomba karnaval. Tak ada hasil yang menghianati usaha”, ujar Oktoria Elvandari, Waka Kurikulum SMK Muhammadiyah Randublatung.

Guru SMK Muhammadiyah Randublatung ini mengungkapkan bila tahun ini timnya benar-benar serius dalam mempersiapkan karnaval. Mulai dari tema yang diusung, kostum serta latihan-latihan yang terus digiatkan.

Tim Karnaval SMK Muhammadiyah Randublatung (Foto : Oktora)

Pada Karnaval Tahun 2017 ini dengan kekuatan marching band, carnival parade, serta atraksi-atraksi seni budaya dengan kostum berwarna-warni, SMK Muhammadiyah Randublatung meraih Juara I untuk kategori SMA/SMK. Untuk Juara II diraih SMA Muhammadiyah Randublatung dan Juara III diraih SMA Negeri I Randublatung. SMP Muhammadiyah Randublatung juga meraih Juara III untuk kategori SMP/MTS.

Pelajar SMK Muhammadiyah Randublatung dalam kostum carnival  (Foto : Arys ES (kiri dan kanan)- Explore Randublatung (tengah)

SMK Muhammadiyah Randublatung sendiri merupakan salah satu sekolah berusia muda yang  menjadi kebanggaan persyarikatan, sekolah ini menjelma menjadi sekolah unggulan dengan beragam prestasi yang telah diraih. Berdiri pada Tahun 2006 sekolah ini berawal dari 2 kelas dan kini telah memiliki 860 siswa yang terbagi dalam 24 kelas. Awalnya karena keterbatasan ruang, siswa masuk sekolah pagi dan sore. Tapi sejak 2015, semua pelajar masuk pagi semua. Pada saat PPDB Tahun ajaran baru 2017/2018 sekolah ini pun sampai menolak ratusan puluhan murid,  setiap tahun minat masyarakat pun  terus meningkat.

Kedepan sekolah ini akan terus meningkatkan fasilitas dengan membangun bengkel, musholla, laboratorium dan beberapa fasilitas penunjang lainnya.(sp/red)