35 Hari Lagi Nonton Bareng Film Nyai Ahmad Dahlan

CINTA MELAMPAUI ZAMAN NYAI AHMAD DAHLAN

Menurut Dyah Kalsitorini, yang menjadi produser sekaligus penulis skenario Film NAD, Nyai Ahmad Dahlan adalah seorang pejuang hak-hak perempuan yang secara tepat bisa menempatkan peran perempuan tetap sejalan dengan kaum laki laki. Hal inilah yang sebenarnya dikehendaki dalam Islam. Perempuan adalah partner laki laki, bukan bawahan, tapi juga bukan lawan. Maka sebagai istri, Nyai Ahmad Dahlan selalu mendukung dan mendorong perjuangan suaminya. Nyai juga tetap patuh kepada suami sebagai pemimpin keluarga.

Film yang disutradarai oleh Olla ata Adonara ini juga mengisahkan peran dan sepak terjang Nyai Ahmad Dahlan setelah ditinggal wafat suaminya tercinta. Wafatnya Kyai Ahmad Dahlan bukannya menyurutkan langkah Nyai, tetapi justru menjadi modal semangat Nyai untuk meneruskan cita cita perjuangan suaminya. Beliau selalu aktif mendorong generasi yang lebih muda untuk terus menghidupkan dan membesarkan Muhammadiyah dan Aisyiyah. 

Bahkan di usia tuanya Nyai tetap memimpin perjuangan di tengah tekanan dan ancaman penjajah Jepang. “Setelah menyutradai film NAD ini saya jadi tahu, bahwa Kyai dan Nyai Ahmad Dahlan benar benar mengabdikan seluruh waktu dan hidupnya untuk dakwah Islam. Beda dengan kita yang mungkin hanya menggunakan waktu, tenaga, dan harta sisa untuk Islam”, kata pria asal Flores tersebut.

Selain menceritakan perjalanan hidup Nyai Ahmad Dahlan, film ini juga menceritakan kisah cinta antara Kyai dan Nyai Ahmad Dahlan. Menurut Tya Subiakto yang menjadi penata musik film NAD, kekuatan film ini justru pada kisah kehidupan Kyai dan Nyai yang didasari cinta hakiki. Memang tidak ada adegan percintaan sebagaimana film-film cinta biasanya, tapi jika dicermati adegan demi adegan kita akan disuguhi sebuah kisah romantis Kyai dan Nyai dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, demikian menurut Tya. 

Bagi Tya, kisah cinta Kyai dan Nyai Ahmad Dahlan lebih abadi karena didasari sebuah keyakinan kepada Sang Pencipta, dan keinginan untuk saling membantu dan bekerjasama mewujudkan cita-cita mereka. Berkat cinta mereka, kita sekarang diwarisi organisasi besar Muhammadiyah dan Aisyiyah yang hingga saat ini masih memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa, lanjut Tya.

Ayo nonton di bioskop yang diputar serentak mulai tanggal 24 Agustus 2017.

Jangan lupa ajak keluarga dan teman nonton filmnya 😎

Untuk update info silahkan:

*Like Fanspage* : www.facebook.com/NyaiAhmadDahlanTheMovie

*Follow Instagram* : www.instagram.com/nyaiahmaddahlanmovie

#NyaiAhmadDahlanTheMovie

BAGIKAN
Berita sebelumyaDidatangi Banser, Kajian Felix Siauw Aman Dijaga KOKAM DIY
Berita berikutnya30 Menit KOKAM Mengawal Felix Siauw