Perjuangan Pemuda Muhammadiyah Evakuasi Mbah JINEM, Separo Muka Digerogoti Kanker

 

Sangpencerah.id – Mas Heriwanto selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDPM) Wonogiri menggerakkan relawan Muhammadiyah dan pemerintah setempat untuk mengevakuasi Mbah Jinem. Semangat jihad sosial rekan-rekan Pemuda Muhammadiyah Wonogiri kita akui luar biasa.

Berikut ini cerita dari Mas Heriwanto :

Mbah JINEM alamatnya​ Watuagung RT 01/ RW 02, Watuagung, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Mbah Jinem tidak punya anak dan saudara. Kondisi sangat memprihatinkan, sakit kangker mata sudah sangat parah. Tidak ada kemampuan untuk berobat, BPJS juga tidak punya. Silahkan teman2 berbagi dengan ikhlas untuk saudara kita.

Rintihan sakit simbah jinem telah di dengar Sang Maha Kuasa, Allah SWT, pemilik alam ini, menggerak kan hati teman2 relawan dan pemerintah untuk turun tangan. alhamdulillah, sujud syukur; dengan bantuan teman2 dan pemerintah, pagi ini simbah jinem dengan biaya GRATIS mendapat pertolongan pengobatan di Rumah Sakit.

Semua tidak kebetulan, ada proses, ada orang2 terbaik di belakang layar yang bekerja dalam kesunyian, senyap, cepat dan tepat. Mari berbuat nyata, bergegaslah dan bergeraklah Allah tidak sabar mencatat amal baikmu.

Demi Allah jika anda mendapat cobaan apa yang di alami simbah Jinem, saya rasa tidak akan mampu. Bagaimana tidak, separo wajah sisi kanan hampir habis di makan tumor, penuh bau. Alhamdulillah Pukesmas bergerak cepat, Pak Camat dengan sigab mengawal proses pembersihan luka sebelum di bawa ke RSUD.

Walaupun sudah sangat telat geraknya, tapi masih ada usaha. Kami apresiasi dan hanya Allah yang bisa membalas semua kebaikan. Simbah jinem sekarang sudah di RSUD. Apakah ini selesai ? BELUM. Ini baru awal, awal simbah jinem berjuang agar tetap hidup. Berjuanglah, kami mendoakan yang terbaik.

Ingat lah pesan Nabi SAW: “SEBAIK BAIK NYA MANUSIA ADALAH YANG BERMANFAAT UNTUK SESAMA”. mari kita kawal proses ini sampai simbah jinem sehat seperti sediakala. Nashrun Min Allah wa Fathun Qarib, Fastabiqul Khairot.

Saya tidak sanggup menahan air mata, saat pak tua renta ini bercerita tentang kondisi teman hidup yang beliau sangat sayangi. Anak tidak punya, keluarga jauh dan sudah jarang komunikasi. berbulan2 rasa sedih terpancar melihat teman seperjuanganya yang juga teman hidup nya tergeletak di ranjang REOT, PENUH DEBU, BAU dengan BANTAL yang KERAS untuk bersandar kepala nya yang sakit; akan tetapi tidak berdaya melakukan apa2. jawab nya satu, dengan jujur beliau katakan; tidak sanggup masalah biaya, -sambil meneteskan air mata-. tanpa sadar air mata saya ikut menetes.

Bayangkan setiap pagi, siang, sore, malem, pak tua ini mendengar suara2 RINTIHAN KESAKITAN pujaan hati nya; tanpa ada satu pun yang tau, kepada siapa pak tua ini akan mengadu? tetangga kah? pemerintahkah? maaf, apa anda terlalu sibuk? sehingga lupa tetangga mu atau warga mu ada yang separo muka nya hampir hancur di gerogoti tumor ganas.

Pak tua saya tanya, ” bapak masih sayang tidak sama simbah?” jawab nya apa, “geh namung niku konco urip kulo mas”. dada saya sesak mendengar ini, air mata saya menetes, tidak kuasa. sejak saat itu, saya sampaikan; bapak sekarang tidak sendiri lagi sekuat tenaga kami, kita, semua akan bekerja keras membantu kesembuhan simbah jinem.

Malam ini ada satu optimisme, satu kebahagiaan yang itu di nanti sekian lama oleh tua renta yang tidak berdaya ini. Melihat pujaan hati nya di rawat dengan baik, di obati dengan baik, apa yg pantas di ucap kalau tidak rasa syukur atas nikmat allah swt. dalam hati saya, ini kado yang paling indah di bulan ramadhan saat ini.

Saya berdoa, “ya allah ringan kan tangan, kaki, hati, badan kami untuk menolong hamba2 mu yang kesakitan ini. buka mata hati pemimpin kami, ringan kan langkah kawan2, sahabat dan para dermawan untuk membatu saudara muslim kita”.

Sahabat, kawan, teman2 ku semua di plosok2 daerah saya memanggil kaehadiran kalian. taukah kalian kalau rumah simbah hampir roboh? kehidupan sehari hari sulit? dan tentu nya biaya2 pengobatan setelah pulang dari RS pasti besar. hadirlah kalian di situ, saya hanya bisa menyampaikan kabar mulia ini, jangan sampai kelak jika kita di tanya malaikat, kita tidak bisa menjawab apapun.

HERIWANTO
(Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Wonogiri)