Kiprah Nasyiah Papua, Gencarkan Dakwah di Balik Jeruji Penjara

Dakwah Nasyiatul Aisyiyah Papua

SangPencerah.id– Dakwah bisa dilakukan di mana saja. Salah satunya adalah di penjara. Tidak banyak yang melirik lahan dakwah ini. Seringkali orang berasumsi bahwa mereka yang berada di penjara adalah orang-orang yang “tidak baik” sehingga akan sulit untuk diajak melakukan kebaikan. Hal ini justru dianggap peluang oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Papua. Hari Jumat, 9 Juni 2017, kemarin merupakan kali ke-2 tim PWNA mengunjungi perempuan-perempuan muslim di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Abepura. Lapas ini berada di Kelurahan Awiyo, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua. Di Lapas ini ada 3 perempuan muslim dari total 14 narapidana dan tahanan perempuan. Kunjungan ini merupakan kunjungan dakwah yang bertujuan untuk memberikan dukungan fisik, sosial, dan psikologis bagi para perempuan muslim di Lapas Abepura. Selain itu, Kunjungan dakwah ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan keimanan dan pengetahuan keagamaan mereka.

Ketua PWNA Papua, Titin Maslahah, mengatakan bahwa PWNA Papua berkomitmen untuk mendampingi perempuan-perempuan muslim di Lapas, berapapun jumlahnya. Wahyu Widayati, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Papua yang ikut serta bersama dengan tim PWNA pada saat kunjungan dakwah  ke-2 ini mengatakan, “Kami ini ibaratnya adalah perempuan-perempuan pemburu syurga. Dimanapun kebaikan yang insyaAllah mengantarkan kami ke syurga, maka disitu kami akan hadir. Termasuk di Lapas ini”.

Pada saat kunjungan tersebut, tim PWNA diterima dengan baik oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana, Sitanggang. “Pembinaan bagi mereka yang ada di Lapas itu adalah hal yang sangat tepat. Karena justru di Lapas inilah pikiran mereka lebih tenang. Tidak ada yang dipikirkan selain memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri”, ungkapnya. Tim PWNA Papua diantar langsung oleh Sitanggang menuju ke Blok Wanita. Bagian depan Blok Wanita yang berukuran kurang lebih 4 x 6 meter inilah yang digunakan oleh tim PWNA Papua untuk bertemu dengan perempuan-perempuan muslim Lapas Abepura. Pertemuan ini didampingi 1 orang penjaga Blok Wanita. Kunjungan dakwah yang dilakukan mulai jam 09:30 WIT hingga jam 11:30 WIT tersebut diisi dengan perkenalan, berbagai pengalaman, tausiyah keagamaan, diskusi, dan juga pemberian bingkisan.

Saat ditanya mengenai kesan terhadap kunjungan ini, salah satu narapidana perempuan mengatakan “saya senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman Nasyiatul Asiyiyah. Saya merasa ada yang memperhatikan kami di sini”. Narapidana lain menambahkan, “Saya merasa bertemu dengan keluarga, karena keluarga saya ada di luar Papua. Ini adalah seperti keluarga baru saya”. Kesan mendalam bukan hanya dirasakan oleh para perempuan muslim penghuni lapas ini. Desvita Astari, salah satu Tim PWNA Papua merasa sangat bahagia bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Saya seakan bisa merasakan apa yang dirasakan teman-teman di Lapas. Saya yakin mereka adalah perempuan-perempuan yang kuat. Karena Allah tidak akan memberikan ujian/cobaan melebihi kemampuan hambanya” ungkapnya.  Tim PWNA papua yang lain mengatakan bahwa berkunjung ke Lapas telah merubah pandangannya tentang Lapas. “Awalnya saya takut. Apalagi pas pertama bertemu dengan salah satu Napi perempuan di sini yang kelihatannya galak. Tapi setelah saya ngobrol dengan dia, ternyata orangnya baik dan nyaman diajak ngobrol”, kenangnya.

Kunjungan dakwah oleh Tim PWNA ini direncanakan akan dilakukan secara rutin dan berkala. Siti Rohmanatin Fitriani, Ketua I PWNA Papua yang membawahi Departemen  Keislaman dan Departemen Kemasyarakat mengatakan, “kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana mengenai kemungkinan dilakukannya pembinaan keagamaan ini secara berkala. Pada dasarnya beliau menyetujuinya. Namun karena minggu depan, tgl 13 Juni 2017, para perempuan penghuni Lapas Abepura ini rencananya akan dipindahkan ke Lapas Narkoba di Daerah Sentani, Kabupaten Jayapura, maka beliau menyarankan untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan kepala Lapas Wanita di Jayapura”.

Kunjungan dakwah rutin ini rencananya akan dilakukan 1 bulan 1 kali. Dalam pelaksanaannya, direncanakan PWNA Papua akan bekerja sama dengan PWA Papua yang juga berkomitmen untuk melakukan dakwah bagi perempuan-perempuan di lapas ini. (sp/red)

Kontributor : Siti Rohmanatin Fitriyani (Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Papua)

BAGIKAN
Berita sebelumyaKader “EKSTERNAL” Muhammadiyah
Berita berikutnyaInilah 6 Rekomendasi Konvensi Anti Korupsi Pemuda Muhammadiyah